Harga Minyak Anjlok 3 Dolar

Terimbas Krisis Finansial

Harga Minyak Anjlok 3 Dolar

- detikFinance
Senin, 06 Okt 2008 15:33 WIB
Harga Minyak Anjlok 3 Dolar
Singapura - Krisis finansial di AS dan Eropa menebas harga minyak mentah hingga 3 dolar AS. Krisis dikhawatirkan akan melemahkan tingkat permintaan minyak dunia, sehingga harga pun terus tertekan.

Pada perdagangan Senin (6/10/2008) di Asia, kontrak New York untuk minyak jenis light pengiriman November sempat anjlok hingga US$ 89,96 per barel, sebelum akhirnya ditutup anjlok 3,43 dolar ke level US$ 90,45 per barel. Sementara minyak jenis Brent merosot 3,70 dolar ke level US$ 86,55 per barel.

"Saya kira ini hanya kelanjutan dari penurunan tajam yang sudah Anda lihat," kata Jason Feerm vice presiden energy market analysts Argus Media di Singapura seperti dikutip dari AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Krisis finansial kini telah merambat ke Eropa. Langkah-langkah penyelamatan darurat harus diambil. BNP Paribas mengumumkan telah mengambil kontrol operasional Fortis di Belgia dan Luksemburg. Sementara pemerintah Jerman terpaksa menyelamatkan Hypo Real Estate, dan memperluasnya dengan memberikan jaminan kepada seluruh simpanan nasabah di bank.

"Risiko pelemahan ekonomi sejumlah negara yang kemungkinan berlanjut ke resesi di beberapa negara berkembang telah meningkat, sebagai hasil dari tekanan-tekanan yang terjadi di sistem finansial akhir-akhir ini," ujar David Moore, analis komoditas dari Commonwealth Bank of Australia.

"Jika ada sejumlah pelemahan di ekonomi internasional, maka harga minyak akan lebih lemah dari perkiraan," tambahnya.

Harga minyak mentah telah turun dari level tertingginya di US$ 147 per barel pada pertengahan Juli lalu, seiring krisis finansial yang semakin memuncak dan menelan banyak korban. Krisis itu dikhawatirkan terus menurunkan permintaan.

Menteri Perminyakan Iran, Glolam Hossein Nozari sebelumnya mengatakan, harga minyak di bawah US$ 100 per barel tidaklah nyaman.

"Harga minyak kurang dari US$ 100 tidak nyaman bagi setiap orang baik produsen maupun konsumen," ujarnya tanpa merinci. (qom/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads