20 rekomendasi itu terbagi dalam 7 rekomendasi di bidang moneter, 9 rekomendasi di bidang sektor riil dan 4 rekomendasi untuk memperkuat resiliensi ekonomi domestik.
Hal tersebut disampaikan Ketua Kadin MS Hidayat dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Senin (6/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut rekomendasi Kadin di bidang moneter:
- Bank Indonesia perlu merelaksasi kebijakan uang ketat melalui perubahan kebijakan terkait likuditas seperti penurunan tingkat Giro Wajib Minimum (GWM) yang dikaitkan dengan LDR, perluasan repo SUN untuk jangka waktu yang lebih panjang
- Pemerintah perlu untuk mempercepat pembelanja APBN agar mengembalikan likuiditas di sektor keuangan yang sebelumnya ditarik melalui SUN
- Bank Indonesia dan pemerintah perlu untuk memperkuat protokol implementasi Financial Safety Net dan peran sebagai lender of the last resort dengan tetap memperhatikan aspek governance yang berlaku.
- Meningkatkan kepercayaan pada sektor keuangan dengan meningkatkan jumlah dana yang ditanggung oleh LPS.
- Pemerintah perlu mendorong penempatan dana valuta asing di perbankan besar melalui himbauan atas penempatan dana BUMN yang mempunyai akses valuta asing maupun himbauan kepada eksportir besar untuk membawa masuk proceed ekspornya. Kebijakan ini penting sebagai safety line bagi BUMN ataupun korporasi apabila mengalami kesulitan cash flow valuta asing agar dapat dibiayai oleh perbankan dalam negeri.
- Perlu dibentuknya financial pool secara khusus guna membiayai proyek-proyek yang bersifat prioritas misalnya infrastruktur.
- BI diharapkan dapat berkoordinasi dengan bank sentral negara ASEAN lainnya untuk memperoleh cadangan devisa pasar tambahan serta melakukan operasi pasar.
Di sektor riil, guna menjaga ekspor dan produksi nasional, Kadin memberikan 9 rekomendasi:
- Penurunan biaya logistik di pelabuhan
- Peninjauan ulang mengenai kebijakan biaya listrik pada beban puncak (peak hours cost)
- Kenaikan UMR seyogyianya dapat diserahkan kepada kesepakatan masing-masing perusahaan dengan serikat pekerjanya.
- Perlunya dukungan khusus untuk komoditas ekspor andalan
- Peningkatan kemudahan dan percepatan waktu restitusi perpajakan
- Rasionalisasi terhadap berbagai iuran dan retribusi baik di pusat dan daerah
- Perkuatan perlindungan pasar dalam negeri sesuai mekanisme WTO
- Upaya intensif untuk penurunan bea masuk ke negara tujuan ekspor
- Meningkatkan diversifikasi perekonomian sehingga mengurangi ketergantungan pada ekonomi Amerika dan Eropa
Untuk memperkuat resiliensi ekonomi domestik Kadin memberikan rekomendasi:
- Menjaga tingkat kepercayaan konsumen
- Meningkatkan efektivitas pola penyerapan APBN
- Penurunan atau pembebasan pajak, seperti PPN dan PPnBM
- Percepatan pelaksanaan pembangunan infrastruktur yang masih menghadapi kendala.
"Kadin berharap bahwa pemerintah juga sudah mengambil langkah-langkah yang penting untuk mencegah dampak negatif krisis finansial global," ujarnya.
(ddn/qom)











































