Bea Cukai Siaga Satu Hadapi Dampak Krisis Finansial

Bea Cukai Siaga Satu Hadapi Dampak Krisis Finansial

- detikFinance
Selasa, 07 Okt 2008 13:07 WIB
Bea Cukai Siaga Satu Hadapi Dampak Krisis Finansial
Jakarta - Ditjen Bea dan Cukai siap menghadang pembelokan produk-produk impor barang dari AS, Jepang dan Eropa ke Indonesia menyusul krisis finansial di negara-negara tersebut yang memicu pengalihan impor.

Banyak kalangan memprediksi dengan adanya krisis finansial di dunia banyak negara pengekspor akan mengalihkan produk-produk mereka dari tujuan semula yaitu pasar AS karena daya beli di negara adi daya tersebut kian melemah.

"Bea Cukai akan terus mengantisipasi masuknya barang-barang ilegal termasuk barang-barang yang sudah dipesan oleh AS dan Eropa," ujar Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi dalam jumpa pers di Kantor Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Selasa (7/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan bahwa kawasan yang rawan dijadikan pintu masuk barang-barang ilegal tersebut antara lain di Kepulauan Riau, Batam dan Karimun.

Anwar menjelaskan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah antisipasi terutama berkaitan dengan kemungkinan masuknya produk-produk impor dari negara-negara yang kehilangan pasarnya di AS.

Langkah pengawasan itu antara lain patroli bersama antara kanwil Bea Cukai, mengefektifkan unit khusus narkoba, pembentukan tim pengawasan arus lalu lintas barang, pembentukan tim pengawasan terhadap pengusaha penerima fasilitas kepabeanan, dan pembentukan tim pengawas cukai.

"Bea Cukai terus melakukan upaya pengawasan impor maupun ekspor ilegal yang berpotensi merugikan keuangan negara dan memperlemah daya saing industri dalam negeri," jelasnya.

Sedangkan untuk barang-barang asal China yang diduga mengandung melamin, Anwar menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu dari pihak BPOM terkait upaya penghadangan produk tersebut. "Kita tunggu BPOM," ujarnya.

(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads