Banyak kalangan memprediksi dengan adanya krisis finansial di dunia banyak negara pengekspor akan mengalihkan produk-produk mereka dari tujuan semula yaitu pasar AS karena daya beli di negara adi daya tersebut kian melemah.
"Bea Cukai akan terus mengantisipasi masuknya barang-barang ilegal termasuk barang-barang yang sudah dipesan oleh AS dan Eropa," ujar Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi dalam jumpa pers di Kantor Bea Cukai, Jalan Ahmad Yani, Jakarta, Selasa (7/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anwar menjelaskan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah antisipasi terutama berkaitan dengan kemungkinan masuknya produk-produk impor dari negara-negara yang kehilangan pasarnya di AS.
Langkah pengawasan itu antara lain patroli bersama antara kanwil Bea Cukai, mengefektifkan unit khusus narkoba, pembentukan tim pengawasan arus lalu lintas barang, pembentukan tim pengawasan terhadap pengusaha penerima fasilitas kepabeanan, dan pembentukan tim pengawas cukai.
"Bea Cukai terus melakukan upaya pengawasan impor maupun ekspor ilegal yang berpotensi merugikan keuangan negara dan memperlemah daya saing industri dalam negeri," jelasnya.
Sedangkan untuk barang-barang asal China yang diduga mengandung melamin, Anwar menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu dari pihak BPOM terkait upaya penghadangan produk tersebut. "Kita tunggu BPOM," ujarnya.
(hen/ddn)











































