Krisis AS, RI Amankan Ekspor ke Asia

Krisis AS, RI Amankan Ekspor ke Asia

- detikFinance
Rabu, 08 Okt 2008 10:32 WIB
Krisis AS, RI Amankan Ekspor ke Asia
Jakarta - Krisis keuangan di Amerika Serikat telah memberikan dampak pada melemahnya ekonomi global. Ekspor Indonesia ke Amerika dan Eropa diprediksi bisa menurun dan untuk mengamankan ekspor Indonesia telah melakukan diversifikasi ke pasar Asia.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengatakan dalam jangka pendek krisis tersebut tidak berdampak secara signifikan terhadap ekspor komoditi Indonesia. Namun perlu diwaspadai bahwa jika krisis ini berkelanjutan maka ekspor Indonesia akan terpengaruh.

"Diversifikasi pasar yang telah berlangsung akan terus digalakkan guna mengantisipasi resesi di AS dan Eropa serta kemungkinan terjadinya penurunan pertyumbuhan negara-negara Asia karena resesi di negara-negara maju," jelas Mendag dalam siaran pers, Rabu (8/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Mari, tujuan pasar ekspor Indonesia telah semakin terdiversifikasi, sehingga peran Amerika Serikat dan Uni Eropa semakin menurun.

"Oleh sebab itu, dampak langsung dari krisis finansial di Amerika Serikat tersebut belum begitu dirasakan," jelas Mendag.

Mendag merinci bahwa, pangsa ekspor ke Eropa cenderung menurun dari 17,1 persen pada 2003 menjadi 13,9 persen pada pertengahan tahun 2008 dan ke AS dari 14,7 persen menjadi 11,6 persen. Sementara itu dalam kurun yang sama ekspor ke Jepang tercatat dari 14,4 persen menjadi 12,5 persen, ke China dari 5,9 persen menjadi 7,6 persen, ke India dari 3,4 persen menjadi 6,5 persen dan ke Singapura dari 10,1 persen menjadi 9,8 persen.

"Departemen Perdagangan telah melakukan diversivikasi pasar dalam lima tahun terakhir. Untuk pasar Uni Eropa dan AS pangsa pasarnya turun, sedangkan ke Asia, Jepang dan Singapura cukup stabil, namun ke Asia emerging countries cenderung meningkat," ujar Mendag.

Hal tersebut diperkuat dengan intra-industry trade di Asia Timur yang sudah sangat intens. Oleh karena itu, sekalipun perekonomian AS melemah, ekspor Indonesia masih akan akan sesuai target pertumbuhan 2008.

Secara umum dampak krisis finansial Amerika Serikat terhadap ekspor komoditi Indonesia tidak berdampak dalam jangka pendek, tetapi bila krisis ini berlanjut maka ekspor Indonesia akan terpengaruh.

Produk ekspor utama Indonesia ke Amerika Serikat seperti produk karet, udang, kopi, kakao dan sepatu diperkirakan masih dapat tumbuh walaupun ada beberapa produk yang mengalami penurunan seperti halnya produk kayu olahan dan furnitur. Hal ini berkaitan dengan menurunnya pembangunan perumahan di AS. (ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads