"Kami ingin mereka ikut memperhatikan, sehingga kebutuhan dolar AS oleh BUMN tidak mengganggu devisa," kata Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil di Gedung Garuda, Jakarta, Rabu (8/10/2008).
Sofyan, yang juga pelaksana tugas Menteri Keuangan ini telah memanggil sejumlah perusahaan pelat merah tersebut Selasa malam lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kementerian BUMN mengutamakan perhatian ekstra dilakukan oleh badan usaha yang banyak memiliki pendapatan dolar Amerika. "Serta memiliki proyek dengan pembiayaan menggunakan dolar AS," ujarnya.
la melanjutkan, sejauh ini sebagian besar badan usaha tersebut telah menempatkan simpanan dolar AS itu ke bank-bank domestik. "Jadi, sebagian besar sudah di Indonesia," pungkasnya. (ang/ddn)











































