Demikian disampaikan Wakil Dirut Pertamina Iin Arifin Takhyan ketika ditemui di Gedung ESDM, Jakarta, Rabu (8/10/2008).
"Bukan badan impor, tapi nanti namanya Integrated Supplay Chain. Itu akan langsung di bawah Dirut," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara prinsip kita memang melihat perlunya Integrated Supply Chain Management, jadi namanya bukan badan impor. Itu nanti satu struktur organisasi tersendiri, meski sebenarnya struktur itu sudah ada, misalkan untuk impor BBM di bawah pemasaran dan crude oleh direktur pengolahan. Itu semua nanti dioptimalkan," ujarnya.
Direksi Pertamina sudah memaparkan pembentukkan manajemen ini kepada komisaris, dan kini tinggal menunggu keputusannya. Namun menurut Maizar, komisaris akan menunggu perkembangan yang lebih lanjut karena saat ini jajaran komisaris Pertamina tinggal 3 orang.
Jika komisaris Pertamina bisa segera dilengkapi, maka persetujuan pembentukkan manajemen ini pun bisa dikeluarkan sebelum akhir tahun 2008.
"Saat ini komisaris kan tinggal 3 orang, jadi nanti tunggu perkembangannya dulu. Saya kira bisa tahun ini, tinggal nunggu kompletnya komisaris," ujarnya.
(lih/lih)











































