"Semen banyak dari proyek-proyek pemerintah harusnya tidak banyak penurunannya, pemerintah bisa menyerap produksi semen dengan anggaran APBN dan APBD-nya. sehingga konsumsi semen tidak terlalu drop secara signifikan," kata Ketua Umum Hipmi Erwin Aksa yang juga Bos Group Bosowa dalam jumpa pers di kawasan Sudirman, Jakarta, Rabu (8/10/2008).
Menurutnya, bagaimanapun pemerintah akan tetap berkonsentrasi menjaga jumlah investasi di sektor infrastruktur untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, termasuk semen sebagai bahan baku utama industri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bosowa Dekati 3 Produsen Semen Dunia
Semen Bosowa berencana akan menggandeng 3 produsen semen tingkat dunia sebagai langkah ekspansi usahanya di industri semen. Tiga produsen semen tersebut diantaranya dari Thailand dan Malaysia.
"Kita berbicara dengan 3 investor, yang pertama Siam Semen dari Thailand, YTL dari Malayisia, Lapaz. Kita belum tahu kita melihat yang mana, kita pilih yang added value yang lebih baik," jelas Erwin.
Tiga perusahaan tersebut merupakan perusahaan multinasional yang cukup besar. Erwin menambahkan bahwa sekarang ini pihaknya belum memutuskan bentuk kerjasama seperti apa yang akan dilakukan apakah dengan strategic sale atau IPO.
"Yang penting buat perusahaan ada nilai tambah, kita berharap mereka masuk sebagai minoritas saja," jelasnya.
(hen/ddn)










































