Proyek 10.000 MW Tergempur Krisis Global

Proyek 10.000 MW Tergempur Krisis Global

- detikFinance
Rabu, 08 Okt 2008 18:15 WIB
Proyek 10.000 MW Tergempur Krisis Global
Jakarta - Krisis finansial global mulai menggempur sektor kelistrikkan nasional, termasuk megaproyek pembangunan pembangkit 10.000 MW. Likuiditas yang serat dan suku bunga yang tinggi akan membuat proyek ini lebih sulit mencari pendaaan.

Menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, yang paling harus diwaspadai adalah pembangunan pembangkit 10.000 MW yang berlokasi di luar Jawa. Karena pembangkit-pembangkit tersebut biasanya berskala kecil sehingga kurang ekonomis untuk mencari pendanaan.

"Yang kita waspadai adalah infrastruktur listrik terutama pembangkit yang dibangun di luar Jawa, kalau yang di Jawa modalnya besar karena kapasitasnya juga besar dimana investasinya sampai puluhan triliun," ujarnya dalam jumpa pers di Gedung ESDM, Jakarta, Rabu (8/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendanaan untuk pembangkit skala besar seperti yang banyak terdapat di Jawa biasanya berasal dari China. Namun melihat potensi krisis global yang juga bisa merambah ke negeri tirai bambu ini, maka pemerintah juga akan menggalakkan pendanaan dari Timur Tengah.

"Jadi dengan adanya krisis ini maka yang akan bleeding adalah penyandang dana dari Timur Tengah dan China. Karena mereka devisanya gede, kalau Timur Tengah banyak dapat windfall profit," ujarnya.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono menyatakan, kunjungan Menteri Keuangan Sri Mulyani ke ASEAN Finance Minister Meeting di Dubai, Uni Emirat Arab pun juga dalam rangka mencari pendanaan.

"Menkeu ke Dubai karena ada tawaran dari sukuk dan Islamic Development Bank, Qatar Investmen Fund. Memang sebetulnya dengan kondisi saat ini lebih mendorong untuk mencari dari Timteng," katanya.

Selain mencari ke Timur Tengah, mega proyek 10.000 MW juga mencari pendanaan ke dalam negeri untuk pembangkit yang berskala kecil. Namun rencana ini pun terganjal karena suku bunga yang baru saja dinaikkan BI. (lih/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads