Demikian disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta usai rapat dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (9/10/2008).
"Kita akan melakukan percepatan penyerapan anggaran 2008. Pada saat ini hal itu penting dilakukan untuk menggerakkan sektro riil dan perkuat ekonomi domestik. Rapat tadi bersama Wapres membahas alokasi anggaran. Terutama sejumlah kementerian yang punya punya alokasi terbesar seperti Diknas, Dephankam, Depkes dan sebagainya," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wapres menargetkan, penyerapan anggaran APBN 2008 bisa terserap oleh semua lembaga dan kemntrian pada awal Desember nanti secara optimal. "Langkah mengoptimalkan penyerapannya dilakukan dengan penyusunan kembali DIPA," ujarnya.
Beberapa hambatan dalam penyerapan DIPA antara lain adalah revisi APBN 2008 yang seharusnya selesai bulan April ternyata molor sampai September. Selain itu, hambatan lainnya adalah permintaan eskalasi harga yang diwajibkan para kontraktor.
"Sekarang Keppres 80 yang terkait eskalasi harga akan diproses ulang," ujarnya.
Nilai anggaran yang harusnya diserap keseluruhan instansi dan kementerian tahun ini mencapai Rp 286 triliun, sementara yang belum terserap masih sekitar Rp 100 triliun.
Sementara itu Mendiknas Bambang Sudibyo menyatakan penyerapan anggaran departemennya per 30 September 2008 mencapai 56,16%. Targetnya hingga akhir tahun bisa mencapai 93%.
"Hal ini mengacu pada daya serap tahun lalu yang cukup rendah, 93% juga. Perbandingannya penyerapan 2005 sebesar 96%, 2006 sebesar 95%. Tahun ini optimis penyerapan bisa 93%," katanya.
Ia mengakui salah satu hambatan penyerapan anggaran adalah proses revisi DIPA yang sangat lama.
(lih/ddn)











































