"Ekspor elektronika dari tahun 2005-2008 sudah turun 20%, saat krisis seperti ini bisa turun 10% lagi karena nggak ada investasi baru," kata Ketua Umum Gabungan Elektronika (Gabel) Rahmat Gobel di Departemen Perindustrian, Jl Gatoto Soebroto, Jakarta, Kamis (9/10/2008).
Industri elektronika saat ini dirudung banyak permasalahan. Selain ekspor yang semakin melorot, investasi yang terbatas, penyelundupan yang semakin menggila, alih teknologi yang masih transisi dan yang terpenting lagi serapan pasar dalam negeri yang masih rendah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rahmat mengatakan berdasarkan roadmap yang digariskan oleh Kadin untuk industri elektronika, basis teknologi digital dapat mendongkrak ekspor hingga US$ 15 miliar pada tahun 2009.
Namun hal ini, lanjut Rahmat tidak akan terealisasi apabila investasi sangat terbatas, sehingga dalam kondisi krisis seperti ini menurutnya jalan yang terbaik adalah memaksimalkan daya serap pasar dalam negeri.
"Sebelum bicara pasar luar negeri, sebaiknya sekarang fokus di dalam negeri saja," serunya.
(hen/lih)










































