IMF juga menyatakan kesiapannya untuk membantu negara-negara yang membutuhkan dana daruratnya, berkaitan dengan krisis finansial global saat ini.
"Kemarin, saya mengaktifkan prosedur darurat sehingga IMF dapat merespons dengan cepat dan memungkinkan untuk menjawab semua masalah yang kemungkinaΒ terjadi di sejumlah negara berkembang," ujar Direktur Pelaksana IMF, Dominique Strauss-Kahn dalam konferensi persnya, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (9/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mekanisme pendanaan darurat dibentuk pada tahun 1995, yang ditujukan untuk mempercepat persetujuan pinjaman bagi negara-negara yang membutuhkan.
Terakhir kali pendanaan ini diaktifkan adalah pada tahun 1997, saat krisis moneter hebat melanda Asia. Dan Indonesia termasuk salah satu negara yang mendapatkan pinjaman, dengan imbalan mematuhi 'resep-resep' dari IMF yang tertuang dalam Letter of Intent.
Belakangan, IMF sempat mengakui telah memberikan resep yang salah untuk membantu Indonesia. IMF dalam beberapa tahun terakhir juga terus dihadapkan pada masalah keuangan, setelah sejumlah negara memilih untuk melunasi utangnya.
Strauss-Kahn menambahkan, tugas utama para pembuat kebijakan di seluruh dunia adalah membantu memulihkan kepercayaan di seluruh pasar dunia. Ia menyerukan adanya langkah koordinasi untuk meredam gejolak pasar.
Ia juga menyatakan, perekonomian dunia kini sedang berada di puncak resesi, namun dengan langkah yang cepat dan penuh tenaga, maka dampak meluasnya krisis dapat ditangani.
"Semua upaya kerjasama harus direkomendasikan. Langkah yang sendirian harus dicegah atau bahkan disesalkan," tambahnya.
(qom/qom)











































