SBY: Dunia Lagi Krisis Pasar Modal Bukan Krisis Ekonomi

SBY: Dunia Lagi Krisis Pasar Modal Bukan Krisis Ekonomi

- detikFinance
Jumat, 10 Okt 2008 12:30 WIB
SBY: Dunia Lagi Krisis Pasar Modal Bukan Krisis Ekonomi
Jakarta - Krisis pasar modal dan krisis ekonomi memang beda-beda tipis. Tapi bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kedua hal itu jelas berbeda. Apa bedanya?

Bagi Presiden, yang dialami dunia saat ini adalah krisis pasar modal, bukan krisis ekonomi. Jadi, jangan buru-buru mengatakan Indonesia sudah terseret krisis ekonomi.

"Dunia lagi krisis pasar modal. Tetapi bukan krisis ekonomi, jangan terlalu cepat mengatakan Indonesia mengalami krisis ekonomi. Masyarakat harus tenang dan jernih agar dampak krisis dapat diselesaikan dan tidak mengganggu perekonomian," ujarnya.

Ia menyampaikannya saat meresmikan Masjid Bani di Jalan Graha, Bintaro Raya, Tangerang, Banten, Jumat (10/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut SBY meskipun saat ini pasar modal sedang terguncang, tetapi tidak menggambarkan seluruh ekonomi nasional. Sehingga mengukur ekonomi nasional tidak hanya dilihat dari pasar modal saja.

"Ini semua bentuk kapitalisme global yang tidak mudah dikenali. Semua negara bisa terpukul oleh keadaan ini," tuturnya.

SBY yang mengenakan batik berwarna ungu, menegaskan perekonomian Indonesia dalam beberapa tahun terakhir justru sudah memperlihatkan perbaikan. Pemerintah pun akan terus melakukan perbaikan dengan memprioritaskan program yang bersentuhan langsung dengan rakyat.

"Tahun-tahun terakhir, perekonomian Indonesia dalam keadaan baik. Pemerintah akan memprioritaskan untuk melindungi perekonomian rakyat, program pembangunan, kesehatan, ekonomi, dan di daerah tetap berjalan," jelasnya.

Salah satu yang dicontohkan SBY adalah alokasi anggaran untuk pembangunan infrastruktur yang diharapkan juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan dan akhirnya mengurangi kemiskinan.

Pemerintah menganggarkan dana sebesar Rp 290 triliun untuk mempercepat pergerakan perekonomian. Sebesar Rp 25,5 triliun diantaranya akan langsung dikucurkan Oktober ini. Sementara pencairan dana sejak Februari hingga Oktober yang telah terealisasi adalah Rp 173 triliun atau sudah mencapai 60% dari Rp 290 triliun. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads