Menurut Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, lokasi yang diminati para calon investor dari Arab tersebut adalah Garut, Tasikmalaya, dan Ciamis. Ketiganya termasuk kawasan Priangan Timur Jawa Barat.
"Kami akan segera melakukan pembicaraan dengan pihak Arab Saudi terkait rencana investasi mereka. Jika diijinkan pemerintah pusat, kami akan membuka sawah-sawah baru di kawasan Priangan Timur," kata Heryawan dalam siaran persnya, Jumat (10/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Heryawan, Jawa Barat dipilih Arab Saudi karena infrastruktur yang dinilai sudah cukup mendukung. Sementara kawasan Priangan Timur dipilih karena daerah tersebut masih memiliki lahan cukup luas untuk pencetakan sawah-sawah baru.
"Program kerja sama investasi ini diarahkan untuk meningkatkan status sawah kategori III dan IV yang selama ini tadah hujan dan hanya panen sekali, menjadi lahan lebih produktif. Di samping pencetakan sawah baru di Priangan," tambahnya.
Ia menyebutkan, persawahan kategori III dan IV itu selama ini tidak tersentuh irigasi, namun diharapkan dengan adanya investor dari Timur Tengah itu pembangunan infrastruktur pertanian di kawasan itu, terutama irigasi bisa optimal.
Lebih lanjut, ia mengatakan dengan perbaikan, pembangunan infrastruktur serta pencetakan sawah baru itu, produksi padi Jawa Barat bisa meningkat 30% dari produksi padi saat ini yang mencapai 10,4 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).
Selain di Jawa Barat, investor Arab juga melirik kawasan Pantura seperti Subang dan Indramayu untuk pengembangan lahan pertanian.
(lih/ddn)











































