Harga Minyak Indonesia Bisa Tembus US$ 100 Lagi

Harga Minyak Indonesia Bisa Tembus US$ 100 Lagi

- detikFinance
Jumat, 10 Okt 2008 15:54 WIB
Harga Minyak Indonesia Bisa Tembus US$ 100 Lagi
Jakarta - Setelah anljok US$ 6 menjadi US$ 99 per barel, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada bulan Oktober berpeluang kembali naik melebihi US$ 100 per barel.

Demikian disampaikan Tim Harga Minyak Mentah Indonesia seperti dikutip situs Ditjen Migas, Jumat (10/10/2008).

"Tim Harga Minyak Mentah Indonesia memperkirakan harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) berkisar antara US$ 98-104 per barel. Sedangkan harga rata-rata WTI (Nymex) antara US$ 102-108 per barel dan Brent (IPE) US$ 100-106 per barel," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada bulan September 2008, harga rata-rata bulanan ICP merosot menjadi US$ 99,06 per barel atau jatuh US$ 6 dari rata-rata bulan Agustus yang mencapai US$ 115,56 per barel. Sementara rata-rata harga dari Januari hingga September 2008 masih bertengger di US$ 111,75 per barel.

Faktor yang diperkirakan dapat memperkuat harga minyak selama Oktober adalah meningkatnya permintaan produk minyak terutama heating oil untuk peningkatan stok menghadapi musim dingin.

Selain itu juga dipicu menurunnya stok mingguan minyak mentah komersial dan distillate fuel AS, kembali terjadinya masalah geopolitik di sejumlah negara produsen minyak seperti Nigeria, Iran dan Irak. Serta kembali adanya kekhawatiran pasar mengenai kemungkinan terganggunya produksi dan pengapalan minyak mentah dan gas di Teluk Meksiko sehubungan datangnya badai baru.

Namun sebaliknya, ada juga beberapa faktor yang bisa menekan harga minyak seperti melemahnya pertumbuhan perekonomian dunia, terutama AS, Eropa dan Asia. Tak hanya itu, berlanjutnya kekhawatiran pasar mengenai kemungkinan kembali anjloknya pasar saham internasional akibat krisis keuangan sejumlah perusahaan finansial dan bank investasi ternama juga masih membayang-bayangi.

"Hal ini ditambah menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap mata uang dunia lainnya terutama Euro, mulai kembali normalnya produksi minyak mentah di Teluk Meksiko pasca Badai Gustav dan Ike serta berakhirnya periode musim panas," katanya. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads