Barang-barang yang mengalami kenaikan terutama terjadi pada produk-produk yang sebelumnya mengalami kenaikan bahan baku seperti kulkas, pompa air, AC dan lain-lain.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Electronic Marketer Club (EMC) Handojo Soetanto saat dihubungi detikFinance, Minggu (12/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan untuk produk-produk khusus yang langsung diimpor seperti LCD TV langsung mengalami kenaikan ketika rupiah mulai bergerak diatas Rp 9.500 per dolar AS. Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari Jumat 10 Oktober ditutup melemah pada Rp 9.860 per dolar AS.
Meskipun begitu, menurutnya yang perlu dikhawatirkan oleh produsen adalah bukan kenaikan harga namun pelemahan daya beli konsumen terutama di luar Jawa akibat melorotnya harga-harga komoditas seperti CPO seperti konsumen di wilayah Sumatera dan lainnya.
"Kenaikan dolar sampai Rp 9.500 memang agak berat tapi masih bisa di diabsorb pasar, kalau Rp 10.000 naiknya bisa-bisa semua barang elektronik naik," ujarnya. (hen/ddn)











































