RAPBN 2009 Dirombak Total, Anggaran Pendidikan Tetap 20%

RAPBN 2009 Dirombak Total, Anggaran Pendidikan Tetap 20%

- detikFinance
Senin, 13 Okt 2008 11:45 WIB
RAPBN 2009 Dirombak Total, Anggaran Pendidikan Tetap 20%
Jakarta - Pemerintah merombak total asumsi-asumsi dalam RAPBN 2009, seiring krisis finansial global yang diperkirakan terus berlanjut hingga tahun 2009. Namun pemerintah tetap mempertahankan anggaran pendidikan 20%.

Pemerintah pada Senin (13/10/2008) kembali mengajukan perubahan asumsi makro dalam RAPBN 2009 dari kesepakatan sebelumnya antara pemerintah dan DPR. Menko Perekonomian yang juga Menkeu Sri Mulyani mengajukan lagi perubahan asumsi makro RAPBN 2009 dalam rapat dengan Panitia Anggaran DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta.

Berikut asumsi baru RAPBN 2009 yang diajukan pemerintah:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  1. Pertumbuhan ekonomi turun dari 6,3% menjadi 5,5% hingga 6,1%
  2. Nilai tukar rupiah dari Rp 9.150 per dolar AS menjadi Rp 9.500 per dolar AS
  3. Inflasi dari 6,2% menjadi 7%
  4. SBI 3 bulan dari 8% menjadi 8,5%
  5. ICP (Indonesia Crude Price) dari US$ 95 per barel menjadi US$ 85 per barel.

"Untuk tahun 2009, berdasarkan forecast dari lembaga-lembaga keuangan, kita lihat ada revisi di 2009. Januari sebagian besar mereka masih optimis, sementara untuk bulan September forecast mereka menurun, jadi rata-ratanya 5,6% untuk tahun 2009," jelas Sri Mulyani.

Sementara asumsi ICP juga terus turun, sehingga pemerintah pun mengajukan perubahan.

"Harga minyak kita tahu mengalami koreksi karena resesi yang terjadi. ICP pada Januari 2008 US$ 92 per barel, kemudian US$ 140, Juni US$ 122, saat ini bahkan pagi ini bahkan sudah berada di bawa US$ 80 per barel, sekitar US$ 77 per barel. Memang ini sedikit memberikan blessing buat kita. Jadi tren harga minyak ini sangat tajam turun naik, perlu tetap kita perhatikan," urainya.

Sri Mulyani menambahkan, krisis global mengakibatkan berkurangnya likuiditas di sektor keuangan, penurunan pertumbuhan ekonomi dunia dan koreksi terhadap suku bunga pasar modal dan nilai tukar.

"Karena itu perlu dilakukan penyesuaian RAPBN 2009, seperti penyesuaian asumsi makro sesuai kondisi terakhir agar kredibel dan realistis. Tapi kita tetap mempertahankan rasio anggaran pendidikan tetap 20%," pungkas Sri Mulyani yang baru saja meraih 'Finance Minister of The Year 2008 for Asia' ini. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads