Selain itu, kalangan industri juga perlu memaanfaatkan kondisi sekarang ini untuk bisa memperluas pasarnya di pasar-pasar baru. Sementara dari sisi pemerintah akan fokus melakukan perbaikan dan peningkatan infrastruktur.
"Antisipasinya, pelaku usaha mengefisienkan proses produksinya, kita perbaiki infrastruktur kita yang selama ini memang masih memprihatinkan. Pelaku usaha perlu mencari pasar yang baru sebagai pengganti AS, ke pasar Timur Tengah, Rusia," kata Menteri PerindustrianΒ Fahmi Idris usai pelantikan eselon 1 Departemen Perindustrian (Depperin), Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (13/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Contohnya AS, dengan adanya krisis itu tingkat pertumbuhan ekonominya turun dari 2%Β tahun2007, tahun ini barangkali cuma 1,2%," ujarnya.
Fahmi memastikan dari semua ekspor Indonesia yang diekspor ke AS, sektor tekstil dan produk tekstil (TPT) akan menjadi sektor yang paling terpukul.
"Gangguan pada kita, contohnya produk-produk kita yang selama ini diekspor ke AS seperti TPT itu terganggu kaitannya daya beli turun," ucapnya.
Selain itu, lanjut Fahmi, kewaspadaan ancaman produk imporΒ ilegal pada saat ini perlu menjadi perhatian untuk melindungi industri dalam negeri agar tetap bertahan dari badai krisis global.
Β
"Risikonya bagi kita, kita akan kebanjiran barang-barangΒ impor baik yang ilegal. Dalam suasana normal saja yangΒ ilegal juga banyak. Untuk itu berbagai aparat dan lembaga yang menangani hal ini harus meningkatkan kinerjanya, pertama diseleksi dengan ketat berbagai barang yang bisa merusak barang produksi industri kita, kedua meningkatkan berbagai pengawasan sehingga penyelundupan dapat dicegah," katanya panjang lebar.
(hen/qom)











































