Kadin Puas Rekomendasinya Direspons Pemerintah

Kadin Puas Rekomendasinya Direspons Pemerintah

- detikFinance
Senin, 13 Okt 2008 17:45 WIB
Kadin Puas Rekomendasinya Direspons Pemerintah
Jakarta - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) mengaku puas terhadap respon pemerintah terhadap 20 rekomendasinya yang baru-baru ini disampaikan kepada pemerintah untuk mengantisipasi krisis keuangan global.

Meskipun belum seluruhnya, respon pemerintah menandakan sinyal positif bagi dunia, termasuk 2 regulasi baru dalam Perpu yang diterbitkan hari ini.

"Pemerintah cukup sigap mencoba merespon, saya sudah 3 kali bertemu dengan Pak Presiden selama seminggu. Usulan kami telah disrespon, dalam dua minggu 3 usulan Kadin direspon pemerintah," ucap Ketua Umum Kadin MS. Hidayat dalam acara pertemuan dewan pengurus Kadin Indonesia dengan Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian dan Deputi Gubernur BI di Financial Hall, Jakarta, Senin (13/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa rekomendasi Kadin yang direspon antara lain relaksasi uang ketat terkait likuiditas dengan menurunkan Giro Wajib Minimum dari 9,3% menjadi 7,5%. Selain itu, itu pemerintah telah melakukan peningkatan jaminan pinjaman Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) hingga Rp 2 miliar, dari sebelumnya hanya Rp 100 juta.

"Saya ucapkan terima kasih kepada pemerintah dalam dua minggu telah merespon, selanjutnya yang lain bisa dilanjutkan," serunya.

Beberapa rekomendasi Kadin lainnya antara lain langkah BI dan pemerintah memperkuat protokol financial safety net, pembentukan financial pool untuk membiayai proyek prioritas termasuk infrastruktur dan lain-lainnya.

"Mempercepat pembiayaan APBN telah direspon pemerintah yang sisa Rp 100 triliun dalam 3 bulan sudah harus dhabiskan, sehinga bisa direalisasikan ke daerah," ucapnya.

Hidayat juga meminta agar ada pembatasan impor khususnya dari barang konsumtif untuk kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah berupaya mendengarkan pendapat pengusaha apabila realistis. Namun ia juga meminta kepada kalangan dunia usaha jangan terlalu cengeng dengan kondisi sekarang ini.

"Jadi kalau respon kami salah, maka yang harus disalahkan adalah pembisiknya yaitu Kadin," ujarnya berseloroh. (hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads