Krisis Diselamatkan, Harga Minyak Langsung Melonjak

Krisis Diselamatkan, Harga Minyak Langsung Melonjak

- detikFinance
Selasa, 14 Okt 2008 07:05 WIB
Krisis Diselamatkan, Harga Minyak Langsung Melonjak
New-York - Upaya penyelamatan krisis finansial bernilai ratusan miliar dolar AS membuat harga minyak mentah dunia kembali melonjak. Rencana penyelamatan diharapkan bisa menghindarkan dunia dari resesi, sehingga permintaan minyak akan kembali menguat.

Pada perdagangan Senin (13/10/2008) di New York, kontrak utama minyak jenis light pengiriman November melonjak hingga 3,49 dolar ke level US$ 81,19 per barel, sekaligus pulih dari level harga terendah dalam 1 tahun terakhir yang dicetak akhir pekan lalu.

Di London, minyak jenis Brent pengiriman November menguat 3,37 dolar ke level US$ 77,46 per barel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga minyak kembali naik setelah para pemimpin dunia bergegas membuat rencana pada akhir pekan lalu untuk membantu menstabilkan sistem perbankannya," ujar Nimit Khamar, analis dari Sucden seperti dikutip dari AFP, Selasa (14/10/2008).

"Pengumuman sepanjang akhir pekan lalu telah membantu mengangkat sentimen dan meredam kekhawatiran tentang resesi global, yang memicu harga minyak lagi setelah penurunan tajam pekan lalu," imbuhnya.

Eropa secara bersama meluncurkan 'serangan' terhadap krisis finansial dengan menyetujui pinjaman hingga lebih dari US$ 1 triliun.

Paket langkah penyelamatan itu diluncurkan setelah pada pertemuan di Paris, akhir pekan lalu, Eropa sepakat untuk menjamin pinjaman antara bank dan dan membuat 'State Fund' yang memungkinkan untuk membeli saham perbankan.

Paket yang diumumkan pemerintah Jerman sendiri meliputi 400 miliar euro (US$ 545 miliar) untuk jaminan utang dan 80 miliar euro dalam bentuk modal baru. Sementara Prancis akan menjamin hingga 320 miliar euro untuk pinjaman antar bank hingga akhir Desember.

Pada Jumat, 10 Oktober lalu, harga minyak merosot tajam seiring merosotnya bursa-bursa saham. Kontrak New York untuk minyak jenis light bahkan anjlok hingga 9 dolar ke level terendahnya sejak Oktober 2007 menjadi US$ 77,70 per barel.

"Sepertinya kurangnya kepercayaan yang terjadi pada Jumat lalu sudah digantikan oleh sejumlah kecil kepercayaan," jelas John Kilduff, analis dari MF Global.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads