Pemadaman bergilir yang dilakukan PLN Wilayah Riau seakan tidak ada henti-hentinya. Hanya satu bulan penuh masyarakat Riau menikmati tanpa pemadaman selama bulan Ramadan. Tapi rupanya usai Ramadan, PLN kembali membuat ulah yang menjengkelkan dengan melakukan pemadaman bergilir.
"Kita heran, selama bulan puasa tidak ada pemadaman. Baru saja lebaran lewat sepekan pemadaman sudah kembali terjadi. Jangan-jangan pemadaman ini hanya ulah PLN saja untuk mencari keuntungan sendiri," kata Herman Abdullah (45) warga , Panam, Pekanbaru, Selasa (14/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita benar-benar muak melihat kinerja PLN Riau ini. Sejak dulu kita ini hanya pasrah akan pemadaman bergilir yang dilakukan perusahaan Negara itu. Kasus pemadaman ini sudah berjalan lebih dari 10 tahun. Namun pemerintah pusat dan daerah tidak pernah memcari solusi untuk mengatasi hal ini," ketus Herman.
Keluhan yang sama juga diungkapkan Datuk Melano (57) warga Kabupaten Kampar, Riau. Menurutnya di daerahnya, pemadaman bergilir dirasakan lebih dari empat jam. Dalam satu hari pemadaman bisa terjadi dua hingga tiga kali dengan durasi 3 jam. Itu artinya pemadaman bergilir dalam sehari bisa mencapai 9 jam.
"Ditempat kami kalau dihitung dalam sehari bisa 9 jam terjadi pemadaman. Waktu pemadamannya pun tidak tentu. Suka-suka PLN saja kapan mereka akan melakukan pemadaman," kata Melano
Masyarakat Riau memang dibuat bingung atas pemadaman yang kembali terjadi saat ini. Sebab, selama bulan puasa, pihak PLN dapat mengatasi krisis listrik yang terjadi. Sebelum bulan puasa, pemadaman bergilir terjadi karena PLN Riau kekurangan daya akibat turunnya air waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar.
"Nah sekarang ini sudah musim penghujan malah air waduk bisa berlebih. Nanti pasti ada lagi alasan PLN yang membenarkan untuk melakukan pemadaman bergilir ini. Sampai kapan PLN terus menerus menipu rakyat," ketus Husin Harahap (43) warga Pekanbaru.
(cha/qom)










































