Sektor UKM akan Terpukul Perang Dagang Saat Krisis Global

Sektor UKM akan Terpukul Perang Dagang Saat Krisis Global

- detikFinance
Selasa, 14 Okt 2008 13:25 WIB
Sektor UKM akan Terpukul Perang Dagang Saat Krisis Global
Jakarta - Krisis global dipastikan akan memukul sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) terutama dalam menghadapi serbuan barang-barang impor ilegal.

Apalagi kemampuan daya petisi (mengajukan keberatan) setiap UKM sangat lemah terhadap praktik-praktik dagang tidak sehat seperti dumping dan lain-lain.

"Untuk protect UKM dan UMKM dari serbuan impor ilegal. Mungkin butuh touch atau campur tanganΒ  pemerintah. Karena jadi petitioner (pengaju petisi) itu mahal dan enggak mudah," kata Direktur Eksekutif Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo) Ratna Sari Loppies, kepada detikFinance, Selasa (14/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan kondisi krisis global saat ini diperkirakan produk-produk ilegal maupun legal termasuk untuk barang-barang skala UKM akan membanjiri pasar Indonesia seperti produk-produk China. Barang-barang yang mungkin bisa masuk diantaranya barang konsumsi makanan dan minuman seperti permen, pakaian garmen dan lain-lain.

Ratna mencontohkan, bagi produsen berskala besar seperti terigu tentunya akan mudah memproteksi produknya karena kemampuan finansial untuk menjadi pengaju petisi sangat memungkinkan dilakukan dibandingkan dengan UKM.

"Pasar dalam negeri sangat potensial, jadi kita harus jaga pasar kita dari serbuan impor. Diperkuat tools dumping dan safeguard, khususnya protek UKM," serunya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads