Korea Minta Ekspor LNG Diperpanjang

Korea Minta Ekspor LNG Diperpanjang

- detikFinance
Rabu, 15 Okt 2008 09:54 WIB
Korea Minta Ekspor LNG Diperpanjang
Jakarta - Pemerintah Korea meminta perpanjangan kontrak ekspor LNG dari Indonesia yang akan habis pada 2014 dan 2017. Namun Indonesia belum bisa memberikan kepastian karena masih melihat berapa kebutuhan LNG untuk domestik.

Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai membuka Second Indonesia Korea Energy Forum di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/10/2008).

"Mereka meminta perpanjangan kontrak LNG yang akan selesai 2014 dan 2017. Tapi itu kan masih lama, kita belum bisa komit karena harus memastikan kebutuhan domestik dulu," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Purnomo, ekspor LNG ke Korea selama ini dilayani dari kilang Arun dan Bontang. Namun kalaupun perpanjangan dilakukan, tidak mungkin dilayani lagi dari Arun.

Sementara untuk pasokan dari Bontang, memang akan pasokan tambahan dari Total dan Chevron. Hanya saja karena gasnya berasal dari lapangan laut dalam, maka harganya akan mahal sekali.

"Arun nggak bisa lagi, yang Bontang tunggu Total dan deep sea (Chevron), tapi harganya pasti mahal karena laut dalam, nggak bisa murah," ujarnya.

Selain itu saat ini Indonesia masih menyelesaikan negosiasi perpanjangan ekspor LNG ke Jepang. Purnomo memberikan gambaran, permintaan perpanjangan ekspor LNG ke Jepang pun tidak bisa dipenuhi semuanya karena keterbatasan pasokan.

"Jepang saja hanya bisa terpenuhi 35%. Jadi untuk Korea ini tidak perlu terburu-buru karena kita masih konsen dengan Jepang, tapi kalau mau duduk ngobrol silakan saja," ujarnya.

Negosiasi perpanjangan kontrak dengan Jepang memang sudah selesai 90%. Sedangkan 10% sisanya yang belum terselesaikan adalah masalah transportasi. Ekspor LNG ke Jepang yang berlangsung saat ini akan berakhir pada 2011.
(lih/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads