Demikian disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai membuka Second Indonesia Korea Energy Forum di Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Rabu (15/10/2008).
"Mereka meminta perpanjangan kontrak LNG yang akan selesai 2014 dan 2017. Tapi itu kan masih lama, kita belum bisa komit karena harus memastikan kebutuhan domestik dulu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk pasokan dari Bontang, memang akan pasokan tambahan dari Total dan Chevron. Hanya saja karena gasnya berasal dari lapangan laut dalam, maka harganya akan mahal sekali.
"Arun nggak bisa lagi, yang Bontang tunggu Total dan deep sea (Chevron), tapi harganya pasti mahal karena laut dalam, nggak bisa murah," ujarnya.
Selain itu saat ini Indonesia masih menyelesaikan negosiasi perpanjangan ekspor LNG ke Jepang. Purnomo memberikan gambaran, permintaan perpanjangan ekspor LNG ke Jepang pun tidak bisa dipenuhi semuanya karena keterbatasan pasokan.
"Jepang saja hanya bisa terpenuhi 35%. Jadi untuk Korea ini tidak perlu terburu-buru karena kita masih konsen dengan Jepang, tapi kalau mau duduk ngobrol silakan saja," ujarnya.
Negosiasi perpanjangan kontrak dengan Jepang memang sudah selesai 90%. Sedangkan 10% sisanya yang belum terselesaikan adalah masalah transportasi. Ekspor LNG ke Jepang yang berlangsung saat ini akan berakhir pada 2011.
(lih/ddn)











































