"Yang kita khawatirkan adalah yang di luar Jawa yang umumnya kontraktor lokal, apakah modal kerja mereka cukup? Terkait perbankan dalam penyaluran kredit, tentunya ada pengetatan," kata Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar dalam seminar hari listrik nasional ke-63 di kantor Pusat PLN, Jakarta, Rabu (15/10/2008).
Ia sangat mengharapkan pada saat pengetaan likuiditas saat ini perbankan harus mendukung secara penuh program-program kelistrikan termasuk 10.000 MW karena menyangkut kepentingan nasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai kemungkinan akan dilakukan penjadwalan terkait hal-hal yang dapat menggangu rencana program ini termasuk masalah pendanaan. Fahmi mengaku sampai saat ini belum ada penjadwalan ulang, dan masih sesuai dengan rencana.
"Semua masih dalam on the track, kekhawatiran itu masih di luar Jawa karena di Jawa itu porsi internasionalnya lebih banyak makanya kita lebih optimis. Size Jawa Bali lebih besar sehingga penanganan krisis Jawa Bali lebih sulit dari yang diluar, karena lebih kecil size-nya," ucapnya.
Menurutnya pendanaan 10.000 MW hampir 85% berasal dari luar termasuk dari China dan 15% oleh PLN. Hingga kini pendanaan program kelistrikan 10.000 MW, dari dana valas yang dibutuhkan US$ 4,3 miliar sudah memperoleh komitmen US$ 2,5 miliar. Sedangkan dari dana rupiah dari Rp 17 triliun sudah Rp 13 triliun yang mendapatkan komitmen pendanaan. (hen/ddn)











































