Wakil Panitia Anggaran DPR Suharso Monoarfa mengatakan penurunan pertumbuhan ekonomi ini setelah mempertimbangkan perlambatan laju pertumbuhan perekonomian dunia serta mempertahankan prioritas program pembangunan yang telah direncanakan untuk 2009.
"Catatan kami, pemerintah diminta mengupayakan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang tidak memberi pengaruh kepada kenaikkan inflasi," ujarnya dalam rapat kerja dengan pemerintah di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/10/2008) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun demikian masih ada potensi risiko akibat inflasi yang disebabkan oleh imported inflation dan nilai tukar," katanya.
Untuk nilai tukar akhirnya disepakati nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dalam tahun 2009 sebesar Rp 9.400/US$ setelah mempertimbangkan koreksi nilai tukar yang terjadi akibat kelangkaan likuiditas ekonomi dunia.
"Sementara untuk suku bunga SBI 3 bulan dalam 2009 diturunkan dari kesepakatan sebelumnya 8% menjadi 7,5%, sejalan dengan menurunnya espektasi inflasi dan upaya mendorong sektor riil,' ujarnya.
Kemudian asumsi terakhir yaitu harga minyak/ICP disepakati sebesar US$ 80 per barel turun dari kesepakatan awal yang sebesar US$ 95 per barel.
"Ini karena melihat perkembangan harga minyak terkini serta prospek harga future," imbuh
Suharso.
(dnl/qom)











































