RAPBN 2009 Dipangkas Habis

RAPBN 2009 Dipangkas Habis

- detikFinance
Kamis, 16 Okt 2008 07:17 WIB
RAPBN 2009 Dipangkas Habis
Jakarta - Di tengah kondisi perekonomian global yang berguncang akibat krisis sektor keuangan di AS, DPR dalam hal ini Panitia Anggaran (Panggar) dan Pemerintah akhirnya sepakat untuk merubah postur RAPBN 2009.

Dalam kesepakatan final, Panggar menyepakati besaran pendapatan negara diturunkan dari kesepakatan awal Rp 1.027,4 triliun menjadi Rp 982,72 triliun. Penurunan ini terjadi karena penerimaan perpajakan diturunkan dari kesepakatan awal Rp 734,17 triliun menjadi Rp 725,8 triliun.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Panggar Suharso Monoarfa dalam rapat kerja pembahasan asumsi RAPBN 2009 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu malam (15/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Penurunan ini berasal dari penurunan PPh migas akibat perubahan asumsi harga minyak/ICP dari US$ 95 per barel menjadi US$ 80 per barel. Demikian juga untuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang turun dari Rp 292,33 mrnjadi Rp 255,94 triliun," urainya.

Dikatakannya, besaran belanja negara di 2009 juga menurun dari kesepakatan awal Rp 1.119,2 triliun menjadi Rp 1.035,45 triliun. Untuk belanja pemerintah pusat diturunkan menjadi Rp 731,66 triliun dari Rp 802,6 triliun.

Hal penting dalam belanja ini, dengan penurunan perhitungan asumsi harga minyak/ICP menjadi US$ 80 per barel, subsidi energi turun cukup besar yaitu dari kesepakatan awal Rp 207,76 triliun menjadi tinggal Rp 168,17 triliun.

"Dengan begitu subsidi BBM menurun menjadi Rp 57,6 triliun dan subsidi listrik menjadi Rp 45,96 triliun," ujar Suharso.

Pemerintah dan DPR sebelumnya juga telah merevisi sejumlah asumsi baru untuk RAPBN 2009 yakni:
  • Pertumbuhan ekonomi direvisi dari 6,3% menjadi 6%
  • Inflasi menjadi 6,2%
  • Nilai tukar rupiah 9.400 per dolar AS
  • SBI 3 Bulan menjadi 7,5%
  • Indonesia Crude Price (ICP) sebesar US$ 85 per barel.

(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads