Dalam kesepakatan final, Panggar menyepakati besaran pendapatan negara diturunkan dari kesepakatan awal Rp 1.027,4 triliun menjadi Rp 982,72 triliun. Penurunan ini terjadi karena penerimaan perpajakan diturunkan dari kesepakatan awal Rp 734,17 triliun menjadi Rp 725,8 triliun.
Demikian disampaikan Wakil Ketua Panggar Suharso Monoarfa dalam rapat kerja pembahasan asumsi RAPBN 2009 di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu malam (15/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, besaran belanja negara di 2009 juga menurun dari kesepakatan awal Rp 1.119,2 triliun menjadi Rp 1.035,45 triliun. Untuk belanja pemerintah pusat diturunkan menjadi Rp 731,66 triliun dari Rp 802,6 triliun.
Hal penting dalam belanja ini, dengan penurunan perhitungan asumsi harga minyak/ICP menjadi US$ 80 per barel, subsidi energi turun cukup besar yaitu dari kesepakatan awal Rp 207,76 triliun menjadi tinggal Rp 168,17 triliun.
"Dengan begitu subsidi BBM menurun menjadi Rp 57,6 triliun dan subsidi listrik menjadi Rp 45,96 triliun," ujar Suharso.
Pemerintah dan DPR sebelumnya juga telah merevisi sejumlah asumsi baru untuk RAPBN 2009 yakni:
- Pertumbuhan ekonomi direvisi dari 6,3% menjadi 6%
- Inflasi menjadi 6,2%
- Nilai tukar rupiah 9.400 per dolar AS
- SBI 3 Bulan menjadi 7,5%
- Indonesia Crude Price (ICP) sebesar US$ 85 per barel.
(dnl/qom)











































