Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat pembahasan asumsi RAPBN 2009Β bersama Panitia Anggaran DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu malam (15/10/2008).
"Pemerintah menganggap masih perlunya program BLT di 2009 selama 3 bulan karena ini untuk melindungi masyarakat miskin kita dari gejolak harga yang masih belum mereda meskipun ada tendensi menurun," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain program BLT, Sri Mulyani juga meminta kepada DPR agar menyetujui rencana pelaksanaan program PNPM yang bentuknya mirip seperti program pada karya dan ditujukan untuk masyarakat pedesaan.
Memang untuk RAPBN 2009, Panitia Anggaran (Panggar) DPR memutuskan untuk memotong anggaran belanja Kementerian/Lembaga (K/L) yang dianggap tidak produktif dan pemotongan anggaran yang disepakati adalah sebesar Rp 7,89 triliun. (dnl/ddn)











































