Impor Baja Melonjak 20%

Impor Baja Melonjak 20%

- detikFinance
Kamis, 16 Okt 2008 13:25 WIB
Impor Baja Melonjak 20%
Jakarta - Impor baja terus mengalami lonjakan hingga mencapai 20% sepanjang tahun ini. Besarnya jumlah impor baja ini akan mengancam industri baja nasional.

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat lonjakan impor baja hingga 20% akan terus meningkat karena didorong oleh pengalihan ekspor produsen baja seperti China sebagai dampak krisis global.

"Impor baja meningkat 15% sampai 20%, dari periode sebelumnya misalnya impor borongan bawang, dibawahnya itu ada but maut paku, kita tangkap," kata Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi, di Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Tanjung Priok, Jakarta (16/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalau ini terjadi terus menerus akan menggerus industri baja nasional. Bahkan sebelumnya beberapa industri paku gulung tikar karena dihantam oleh produk-produk besi baja asal China yang harganya lebih murah.

Untuk itu, Bea Cukai akan fokus melakukan pengawasan terhadap barang-barang yang rawan terhadap manipulasi kepabeanan. Terutama yang dilakukan oleh para importir-importir nakal termasuk produk besi baja.

"Yang biasa mengeluh itu ada importir yang bermasalah, kalau yang benar langsung jalur hijau bisa cepat," ucapnya.

Ditempat yanga sama Direktur Eksekutif asosiasi baja Indonesia/The Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Hidayat Triseputro mengatakan, khusus untuk produk baja dan besih termasuk seng, kawat, paku, baut, mur dan sebagainya, sekarang ini banyak terjadi peningkatan impor tajam termasuk dari negara-negara produsen baja seperi China, Taiwan dan lain-lain.

Menurutnya modus yang sering dipakai oleh para importir ini adalah menerapkan under invoicing,under quantity, produk non standar, penyalahgunaan nomor HS dan cara impor borongan.

"Dengan sangat menyesal teman-teman kami dari industri paku sudah ada yang tutup 10 pabrik," jelasnya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads