Krisis Global Pukul Harga Karet Petani Lokal

Krisis Global Pukul Harga Karet Petani Lokal

- detikFinance
Kamis, 16 Okt 2008 14:10 WIB
Krisis Global Pukul Harga Karet Petani Lokal
Riau - Krisis finansial global yang terjadi saat ini, tidak hanya membuat anjloknya harga CPO di pasaran internasional. Harga karet ikut turun hingga 60 persen dari harga normal Rp 12.000/kg. Petani karet pun turut kelimpungan di Riau. Saat ini karet petani hanya dihargaiΒ  Rp4.000/kg.

"Sekarang harga karet kami sudah tidak sebanding lagi dengan harga beras. Harga beras paling murah Rp 5.000/kg, karet kita hanya Rp 4.000/kg. Ini kan tekor. Penghasilan kami jauh berkurang terakhir-akhirΒ  ini," keluh Suman (40) petani karet di Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (16/10/2008).

Suman pemilik kebun karet seluas empat hektar itu mengaku, biasanya dalam sepekan dia dapat berpenghasilan minimal Rp 2,3 juta. Namun belakangan ini, penghasilannya menurun dratis hanya mampu mengantongi dari menjual karetnya Rp 850 ribu dalam sepekan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harga yang kita terima itu masih kotor. Sebab, kita harus membayar kembali upah buruh penyadap karet dan juga upah buruh angkutnya. Kita serba salah, kalau karet tidak kita disadap, kita tidak dapat makan. Tapi kalau kita kerjakan, kita juga tidak dapat untung," terang Suman.

Selain harga karet yang anjlok, para petani juga dihadapkan persoalan harga pupuk yang melambung tinggi. Melambungnya harga pupuk di pasaran tidak mampu lagi dijangkau para petani. Alhasil, sebagian petani karet memilih kebun mereka tidak dipupuk.

"Selain harga anjlok, kita tidak mampu membeli pupuk karena mahalnya. Ladang karet pun tidak kita pupuk. Imbasnya produksi karet pun menurun dratis hingga 50 persen karena tanpa pupuk," keluh Yusuf (36) petani karet Desa Rimbau Panjang, Kabupaten Kampar yang berbatasan dengan Pekanbaru.

Para petani karet berharap, pemerintah dapat mencari solusi atas keterpurukan harga karet serta melambungnya harga pupuk. Pupuk subsidi yang selama ini diberikan pemerintah pun tidak pernah petani terima. Pupuk subsidi di Riau selama ini banya dipermainkan para agen resmi dengan cara mengganti karung pupuk subsidi menjadi non subsidi. (cha/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads