Batik Tradisional Juga Terancam Krisis Global

Batik Tradisional Juga Terancam Krisis Global

- detikFinance
Kamis, 16 Okt 2008 16:08 WIB
Batik Tradisional Juga Terancam Krisis Global
Solo - Krisis global yang melanda dunia dikhawatirkan akan memukul industri batik tradisional Indonesia. Saat ini pemesanan atau permintaan dari luar negeri mulai dirasakan penurunannya. Dampak berikutnya adalah pengadaan bahan baku batik selama ini didapatkan dengan menggunakan nilai tukar dollar AS.

Ketua Forum Pengembangan Kampung Batik Laweyan, Solo, Alfa Bella merisaukan dampak krisis global saat ini akan memukul industri batik tradisional seperti industri batik di Kampung Laweyan, Solo. Kekhawatiran tersebut didasarkan atas semakin menurunnya pesanan dari luar negri dalam beberapa waktu terakhir.

"Selama ini ini AS dan beberapa negara di Eropa memang merupakan pasar ekpor batik terbesar. Dampak langsungnya mungkin akan terasa pada dua bulan mendatang. Namun saat ini pun sebenarnya pesanan batik dari luar negeri kepada kami juga sudah menurun," ujarnya di Solo, Kamis (16/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diantara negara-negara yang sudah mengurangi pesanan batik dari Laweyan, kata Alfa, adalah AS, Malaysia, Cina serta beberapa negara di Eropa.

Kekhawatiran lainnya adalah semakin melambungnya harga-harga sejumlah bahan baku pembatikan seperti kain sutra dan zat-zat pewarna batik yang selama ini pembeliannya dinilai dengan mata uang dollar AS. Karenanya seiring dengan kirisis global akhir-akhir ini, harga beberapa bahan baku tersebut terus merangkak naik.

"Tak terelakkan lagi harga produksi terus mengalami kenaikan, sementara kami semakin kesulitan memasarkan produk. Seharusnya Pemerintah segera turun tangan mengatasi masalah ini, sebab jika tidak industri tradisional yang menopang ekonomi rakyat seperti batik di Laweyan ini bisa terancam kolaps," ujar Alfa.

(mbr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads