RI Desak Pertemuan ASEAN+3 untuk Bahas Krisis Global

RI Desak Pertemuan ASEAN+3 untuk Bahas Krisis Global

- detikFinance
Kamis, 16 Okt 2008 16:19 WIB
RI Desak Pertemuan ASEAN+3 untuk Bahas Krisis Global
Jakarta - Indonesia memandang perlu digelar pertemuan antar kepala pemerintahan negara-negara ASEAN plus 3 di sela-sela KTT ASEM Beijing. Agenda utamanya adalah membahas langkah bersama dalam menghadapi dampak dari krisis ekonomi global terhadap perekonomian di kawasan.

"Kita ingin kerjasama ASEAN lebih efektif. Apalagi ASEAN sudah punya konsep ASEAN Economy Community, ada forum Asia timur dan ASEAN plus 3," kata Presiden SBY di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (16/10/2008).

Presiden berharap langkah bersama ASEAN menghadapi krisis ekonomi global, harus mengambil pelajaran dari krisis moneter Asia 1997-1998. Ketika itu upaya bersama yang ada antar negara ASEAN dirasakan masih kurang efektif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah sepuluh tahun berlaku, situasi ekonomi membaik, cenderung stabil dan ada banyak kemajuan. Selama itu ada berbagai komitmen dan langkah kerjasama ekonomi kawasan yang terjalin.

Tidak hanya antar negara ASEAN, tapi juga melibatkan beberap negara di sekitar kawasan dengan sumber daya ekonomi besar. Seperti konsep ASEAN Economy Comumunity, forum Asia Timur dan ASEAN plus 3 (Jepang, China dan Korea Selatan).

"Bagus barangkali kalau bukan hanya pertemuan ASEAN tapi ASEAN plus 3, sehingga langkah-langkah regional itu menjadi lebih efektif. Tentu sumber dayanya lebih besar, kerjasamanya lebih kredibel kalau China, Jepang dan Korsel menyerasikan langkahnya menghadapi krisis ekonomi global ini," jelas SBY.

Usulan tersebut presiden sampaikan dalam suratnya pada PM Thailand, Somchai Wongsawat, yang saat ini menjabat sebagai chairman ASEAN. Selain itu dilanjutkan pembicaraan antara Menlu RI dengan Sekjen ASEAN dan antar menlu ASEAN.

"Ini yang saya sarankan tadi melalui surat pada pimpinan ASEAN untuk bisa mengacarakan pertemuan ASEAN di sela-sela pertemuan puncak ASEM di Beijing," jelas presiden.




(lh/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads