Β
Demikian disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta dalam keterangan pers di kantor Bappenas, Jakarta, Kamis (16/10/2008).
Β
Paskah menuturkan, pihaknya sudah melayangkan surat ke Menteri, Direksi BUMN dan Kepala Daerah agar mempercepat penyerapan anggaran dan memprioritaskan penggunaan barang dan jasa yang berasal dari dalam negeri.
Β
"Saya sudah kirim edaran ke Menteri, Direksi, dan Bupati, untuk mempercepat spending government dan menggunakan barang dan jasa dalam negeri. Sebaiknya saya pikir dengan situasi seperti sekarang 80% dalam negeri, 20%-nya boleh impor, itu pun untuk yang betul-betul dibutuhkan," katanya.
Β
Memaksimalkan penggunaan barang dan jasa dalam negeri juga dimaksudkan untuk membatasi impor. Pembatasan impor sendiri merupakan langkah untuk menjaga cadangan devisa negara menghadapi krisis keuangan.
Β
"Untuk menjaga devisa yang sudah ada, memang sebaiknya kita batasi impor. Selain itu kita juga berkepentingan utuk mendorong ekspor. Tapi karena sekarang tiap negara ingin menarik devisanya, jadi pasar ekspor sangat ketat. Sedangkan pasar ekspornya mulai melemah," ujarnya. (lih/ddn)











































