"Subsidi kedelai bukan dihentikan, tapi hanya diberlakukan untuk tahun anggaran 2008. Sebab produksi kedelai sudah mulai berangsur meningkat," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai raker dengan komisi VI DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (16/10/2008).
Menurut Fahmi, mengenai rendahnya daya serap oleh perajin tahu tempe bukan karena faktor perajinnya. Namun lebih pada melesetnya asumsi pemerintah terhadap kebutuhan kedelai suatu daerah dengan kebutuhan realisasi sebenarnya. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ya nol persen, misalnya Riau karena ada pergantian pejabat, pejabat barunya kaget bahwa program ini belum dilaksanakan,"ucap Fauzi.
Sedangkan dibeberapa daerah lain yang terbilang rendah antara lain di Maluku yang hanya 3,5%, Bengkulu 1,6% dan lain-lain.
"Menurut saya faktor utamanya adalah aparatur daerah, memahami kebijakan ini tidak optimal," kilahnya.
Fauzi menambahkan dari total dana Rp 470,34Β miliar yang disiapkan, sebesar Rp 235,17 miliar masih mendapatkan tanda bintang oleh Departemen Keuangan artinya belum bisa dicairkan. Sedangkan sisanya yang tidak dibintangi bisa dipakai sampai akhir Desember 2008.
"Program ini, target kita bisa tercapai seluruhnya terserap 80%," harapnya.
Penyaluran kedelai bersubsidi berlangsung sejak 9 Juli 2008. Realisasi hingga akhir September 2008 mencapai 140.286 ton atau 29,83% dari alokasi total selama 6 bulan sebanyak 470.341 ton. Total dana subsidi kedelai sebesar Rp 470,34 miliar dan biaya operasional Rp 18,32 miliar. (hen/ir)










































