Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Okt 2008 15:20 WIB

Ekspor Komoditas Primer Wajib Pakai SNI

- detikFinance
Jakarta - Pemerintah akan menerapkan kewajiban standar nasional Indonesia (SNI) bagi produk-produk komoditi primer yang akan diekspor.

Tujuan agar semua produk komoditi primer memiliki nilai tambah tinggi dan daya saing tinggi di pasar ekspor. Hal ini dalam mendukung upaya peningkatan ekspor Indonesia untuk hadapi krisis global.

Demikian dikatakan oleh Dirjen Industri Agro dan Kimia Benny Wahyudi, usai rapat koordinasi di Departemen Perdagangan di Jl Ridwan Rais, Jakarta, Jumat (17/10/2008).

"Kita akam memulai menata komoditi primer kita dengan kualiatas bagus, SNI, merek, kemasan made in Indonesia untuk ekspor," ucapnya.

Menurut Benny cara ini diharapkan bisa membuat produk dalam negeri bisa lebih memiliki nilai jual. Maklum selama ini produk komoditi primer seperti karet, kopi, kakao dan sebagainya masih terkendala dengan kualitas jika menembus pasar ekspor, hal ini tentunya akan mengganggu penetasi ekspor Indonesia.

Ia mencontohkan beberapa produk komoditi Indonesia  seperti karet, kopi, kakao  dan sebagainya  masih sering tercampur batu, paku, pasir dan lain-lain.

Sekarang ini, lanjut Benny, pemerintah masih membahas beberapa pendekatan untuk melengkapi kebijakan tersebut. Termasuk melakukan pendekatan fiskal, moneter, suku bunga, pembebasan  pajak dan sebagainya.

"Dua minggu lagi kami akan bertemu, dengan sudah ada solusi," jelasnya. (hen/ir)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com