Menkeu Minta Bapepam Makin Kreatif dan Teliti Hadapi Krisis

Menkeu Minta Bapepam Makin Kreatif dan Teliti Hadapi Krisis

- detikFinance
Jumat, 17 Okt 2008 17:05 WIB
Menkeu Minta Bapepam Makin Kreatif dan Teliti Hadapi Krisis
Jakarta - Indonesia tak bisa menghindar dari dampak krisis finansial global. Menkeu pun meminta Bapepam agar lebih kreatif dan teliti dalam menghadapi kondisi pasar finansial global yang kini masih bergejolak.

Pesan itu disampaikan Menkeu Sri Mulyani saat melantik 24 pejabat eselon II dari 8 Direktorat Jenderal di Departemen Keuangan dilantik oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (17/10/2008).

Menkeu mengatakan perubahan posisi yang dilakukan tersebut adalah merupakan suatu kewajaran karena adanya suatu kebutuhan untuk merubah organisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tengah tantangan yang dihadapi dan kondisi ekonomi yang kita jaga khususnya di Departemen Keuangan seluruh aparat perlu untuk bersikap siaga, tangkas dan cerdas untuk menghadapi dampak krisis keuangan global karena krisis yang terjadi memberikan ujian yang tidak ringan. Kita bisa melihat pengaruhnya terhadap pergerakan pasar modal, nilai tukar dan juga suku bunga yang memberikan dampak secara langsung atau tidak langsung dalam pengelolaan APBN 2008 dan juga di 2009," tuturnya.

Menkeu dalam kesempatan tersebut memberikan pesan-pesannya kepada beberapa Direktorat Jenderal, seperti kepada Ditjen Pengelolaan Utang (DJPU). Menkeu mengatakan krisis keuangan global yang terjadi saat ini memberi dampak langsung kepada yield SUN (Surat Utang Negara).

"Kita tahu di tengah-tengah tahun anggaran ini, pemerintah harus melakukan penyesuaian terhadap jumlah penerbitan SUN karena pasar yang berubah sangat ekstrim. Jadi Ditjen Pengelolaan Utang dihadapkan perubahan situasi yang dinamis, dan perlu disiapkan langkah-langkah antisipasi," katanya.

Dikatakannya dalam menghadapi tantangan global saat ini, memang tidak mudah untuk mengelola utang dengan baik.
"Jadi pengalaman selama 10 tahun bagi DJPU tidak bisa dijadikan pegangan, karena dulu masih mudah kita menjual SUN, sementara situasi hari ini sangat berbeda, walau harga bagus belum tentu ada marketnya," ujarnya.

Bapepam LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan) juga ada perputaran pejabat esellon II sebagai berikut: Nurhaida menjabat sebagai Ka. Biro Transaksi dan Lembaga Efek, Anis Baridwan menjadi Ka. Biro Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Riil dan Arif Baharudin menjadi Pj. Ka. Biro Standar Akuntansi dan Keterbukaan. Kepada para pejabat baru di Bapapem, Menkeu juga menyampaikan pesannya.

"Untuk Bapepam dalam kondisi saat ini saya tidak banyak komentar, mungkin anda saat ini bahkan sore ini mempunyai pikiran, indeks akan ditutup berapa. Banyak hal yang sudah kita putuskan dalam menyikapi tantangan khususnya di pasar modal. Karena krisis itu berasal dari pasar modal dan pasar keuangan global. Saya harapkan Bapepam makin kreatif dan teliti dalam melihat lingkungan pasar modal yang sangat dinamis saat ini," jelasnya.

Menkeu menegaskan agar Bapepam sebagai otoritas pasar modal bisa menjaga disiplin dan integritasnya untuk menjadikan institusi ini disegani.

"Sehingga bila krisis ini keluar, Bapepam bisa dipandang oleh seluruh masyarakat baik itu investor ataupun broker sebagai institusi yang patut disegani. Inilah yang saya minta," katanya.






(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads