"Sebetulnya saya juga heran kenapa mereka tertarik yang kecil. Padahal kan biasanya mereka tertariknya sama yang besar-besar dan keekonomiannya bagus," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro.
Purnomo menyampaikannya usai membuka Indonesia-US Energy Policy Dialogue di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (20/10/2008).
Proyek-proyek pembangkit listrik skala kecil biasanya terletak di daerah-daerah terpencil dengan kapasitas sekitar 10-25 MW.
Menurut Purnomo, yang biasanya tertarik pada proyek kecil seperti itu adalah perusahaan swasta lokal atau nasional. Jarang ada perusahaan swasta internasional yang berminat karena tingkat keekonomian yang rendah sehingga sulit mencari pendanaan.
"Tapi kalau mereka tertarik, silakan saja. Namun saya ingatkan ke mereka, kalau sendirian mungkin nggak ekonomis kecuali kawin dengan perusahaan lokal," ujarnya. (lih/ir)











































