Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2008).
"Yang perlu disyukuri, meskipun di luar harga naik, dalam negeri tidak terpengaruh. Posisi stok masih 1,8 juta ton, kalau dikaitkan 300 ribu ton/bulan, jadi masih tahan 6 bulan ke depan, sampai Maret 2009," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakannya, dengan produksi beras dalam negeri yang bagus realisasi pengadaan beras Bulog tahun ini sudah tercapai. Daerah-daerah penghasil beras adalah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, Sulawesi Selatan, NTB dan Sumatera Selatan.
Sementara itu mengenai kekeringan yang terjadi di beberapa daerah, Mustafa mengatakan kekeringan yang terjadi belum menjadi kekhawatiran karena produksi beras nasional masih tinggi yang terlihat dari besarnya pengadaan beras Bulog.
"Pengadaan beras ke Bulog masih lancar, sehari bisa 3.000-7.000 ton per hari. Itu indikasi stok beras di masyarakat masih cukup, belum langka. Kalau langka pasti harga langsung melejit. Jadi kekhawatiran kekeringan dan belum mulai musim tanam mudah-mudahan sifatnya sangat kecil dan sporadis," paparnya.
(dnl/qom)











































