Astro Malaysia Sudah Tak Dapat Saham Juga Tak Dibayar DV

Astro Malaysia Sudah Tak Dapat Saham Juga Tak Dibayar DV

- detikFinance
Senin, 20 Okt 2008 14:38 WIB
Astro Malaysia Sudah Tak Dapat Saham Juga Tak Dibayar DV
Jakarta - Keputusan Astro All Asia Networks Plc (AAAN) memutuskan kerjasama dengan PT Direct Vision (DV) adalah puncak kekesalan AAAN terhadap grup Lippo yang menjadi mitra untuk operator televisi berbayar Astro TV.

Selama ini AAAN terus menerus memasok muatan atau isi siaran untuk Astro TV. Namun balasannya AAAN tak mendapat bayaran tagihan untuk content dan yang lebih mengecewakan AAAN juga tak mendapat saham sepersepun dari Lippo Group.

"Astro telah memberikan dukungan kepada PT DV sejak Februari 2006 dengan keyakinan bahwa segala rencana yang dibutuhkan agar pihaknya dapat berinvestasi di PT DV dapat segera dirampungkan," kata kuasa hukum Astro Todung Mulya Lubis dalam siaran pers dari AAAN, Senin (20/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Namun, karena telah lebih dari dua tahun dan tidak ada indikasi bahwa rencana tersebut akan rampung atau bahwa Astro akan menerima pembayaran atas segala dukungan dan layanan yang telah diberikannya, maka Dewan Direksi Astro tidak punya pilihan lain selain menghentikan layanan Astro kepada PT DV," lanjut Todung.

Menurut Todung,  Astro tidak pernah menerima kompensasi atas dukungan dan layanan yang telah diberikannya kepada PT DV yang berjumlah sekitar Rp 2,5 triliun.

Todung menambahkan tidak pernah ada usaha dari Grup Lippo untuk mencari penyelesaian alternatif yang dapat diterima bersama atas rencana joint venture. Astro juga bukan dan tidak pernah menjadi pemegang saham PT DV.

"Situasi ini sudah jelas tidak dapat dibiarkan terus berlanjut," kata Todung.  

Situasi ini timbul, kata Todung, murni karena pertentangan komersil antara Astro dan Grup Lippo sehubungan dengan tidak rampungnya rencana joint venture antara pihak-pihak yang terlibat di PT DV.

"Walaupun bukan pemegang saham di PT DV dan tidak pernah menerima pembayaran atas dukungan dan layanannya kepada PT DV, Astro telah berusaha untuk mencari penyelesaian dengan jalan damai sambil terus memberikan dukungan terhadap kegiatan operasional PT DV untuk melindungi hak-hak para pelanggan PT DV," jelas Todung.

AAAN mengumumkan bahwa mulai pukul 00.01 WIB hari ini pihaknya tidak lagi menyalurkan layanan siaran, layanan informasi dan teknologi, penyewaan peralatan penerimaan satelit dan layanan pasokan channel kepada DV.

Astro sebelumnya telah memperpanjang waktu yang dibutuhkan oleh PT DV untuk menyelesaikan pembayarannya kepada Astro dan terus menggunakan nama "Astro" sesuai Trademark License Agreement hingga 30 September 2008, dan kemudian diperpanjang  lagi hingga 19 Oktober 2008.

Direct Vision semula adalah perusahaan patungan antara Lippo Group dan Astro Malaysia yang dibentuk awal 2005. Lippo Group melalui Ayunda Prima Mitra--anak usaha PT First Media tbk-- memiliki 49% saham Direct Vision dan sisanya dimiliki AAAN.

Namun dalam perjalannya AAAN yang dimiliki konglomerat Malaysia Ananda Krishnan dan grup Lippo bersilang sengketa mengenai kepemilikan sahamnya. Lippo tidak memberikan jumlah saham sesuai kesepakatan awal.

Lippo tetap meminta bayaran saham US$ 250 juta, dan menolak membayar tagihan ke AAAN senilai RM 805 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun. Tagihan itu adalah biaya operasional Direct Vision, sejak tiga tahun lalu sampai 1 September 2008.

Buntut kisruh dengan Lippo Group, pihak AAN juga mengugat beberapa perusahaan milik Lippo Group ke pengadilan Arbitrase di Singapura atau Singapore Arbitration Centre.

Astro menggugat Lippo senilai RM 905 juta atau sekitar Rp 2,46 triliun sebagai kompensasi keuangan sehubungan gagalnya Kesepakatan Berlangganan dan Kepemilikan Saham (KBKS).

Saat ini pemegang saham DV adalah Ayunda Prima Mitra -anak usaha PT First Media tbk-- yang memiliki saham sebesar 49% dan Silver Concorde Holding Limited 51%, keduanya merupakan entitas perusahan milik Lippo group. (ir/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads