AS Incar Mega Proyek Listrik 10.000MW Tahap Kedua

AS Incar Mega Proyek Listrik 10.000MW Tahap Kedua

- detikFinance
Senin, 20 Okt 2008 17:24 WIB
AS Incar Mega Proyek Listrik 10.000MW Tahap Kedua
Jakarta - Krisis finansial ternyata tidak menyurutkan minat investor AS untuk berinvestasi. Investor AS kini sudah berancang-ancang untuk ikut investasi dalam proyek listrik 10.000MW tahap kedua yang rencananya akan ditenderkan tahun 2009.

Dirjen Listrik dan Pemanfaatan Energi (LPE) J Purwono menjelaskan, AS mengungkapkan ketertarikannya untuk berinvestasi di bidang pembangkit listrik tenaga panas bumi dan energi terbarukan. Kedua sektor ini merupakan basis tenaga untuk proyek pembangkit listrik 10.000 MW tahap kedua.
 
"Mereka tertarik investasi di renewable energy termasuk panas bumi. Tapi ini baru pertemuan awal, nanti baru dilanjutkan dengan pertemuan B to B anatara perusahaan Amerika dan PLN. Makanya kita undang Pertamina, PLN, dan perusahaan-perusahaan tambang juga," katanya usai 'RI-US Energy Policy Dialogue' di Hotel, Borobudur, Jakarta, Senin (20/10/2008).
 
Hal serupa diakui Dirjen Migas Evita Legowo yang menyatakan perusahaan-perusahaan AS memang berpengalaman di bidang ini.
 
"Mereka tertarik berinvestasi di semua bidang, dari mulai eksplorasi migas, pertambangan hingga pembangunan pembangkit listrik dari proyek 10.000 MW tahap kedua," katanya.
 
Purwono melanjutkan, pematangan rencana megaproyek 10.000 MW tahap kedua diharapkan bisa selesai pada akhir 2008. Dengan begitu maka lelang pembangunan pembangkit bisa dilakukan pada 2009 dan konstruksi bida dimulai di 2010.
 
"Target rencananya matang akhir tahun ini. Mulai konstruksinya enam bulan sampai setahun ke depan. Konstruksinya 2010 paling cepat," katanya.
 
Salah satu pertimbangan yang sedang dalam rencana 10.000 MW tahap kedua adalah sejauh mana kemampuan PLN dalam menangani proyek ini terutama dalam hal keuangan.
 
"Kita kaji juga kemampuan keuangan PLN ke depan. Dari 10.000 MW tahap kedua itu PLN harus hitung hanya mampunya berapa. Tergantuang PLN-nya dulu mau berapa, sisanya baru kasih swasta," katanya.
 
Selanjutnya yang harus diperhatikan adalah apakah pemerintah juga akan memberikan jaminan terhadap pinjaman untuk keperluan proyek ini.
 
"Kalau dikasih ke swasta, Menkeu kasih jaminan apa nggak? Dinamika ini akan kita selesaikan," katanya.
 


(lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads