Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (20/10/2008).
"Harganya Rp1.600 per kg. Anggarannya sedang diusulkan, ancer-ancer-nya sekitar Rp15 triliun," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk tahun ini, jumlah Raskin yang dibagikan mencapai 88% dari target. "Penyaluran Raskin kita kelihatannya sudah lancar sekali. Dari target akhir Oktober 2,75 juta ton sekarang sudah 2,45 juta ton," jelas Mustafa.
Lebih lanjut, dia mengatakan stok beras nasional masih aman sampai enam bulan ke depan. Jumlah beras di gudang Badan Urusan Logistik saat ini mencapai 1,8 juta ton.
"Yang perlu disyukuri, meskipun di luar harga naik, dalam negeri tidak terpengaruh. Posisi stok masih 1,8 juta ton, kalau dikaitkan 300 ribu ton per bulan, jadi masih tahan enam bulan ke depan, sampai Maret 2009," katanya.
Menurut dia, jumlah pengadaan beras oleh Bulog sudah mencapai 2,4 juta ton. Semuanya dibeli dari dalam negeri, karena daerah produsen utama beras seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Yogyakarta, Banten, Sulawesi Selatan, NTB dan Sumatera Selatan berproduksi dengan baik. "Jadi tidak ada impor," imbuhnya.
Sementara perhitungan banjir atau kekeringan di tahun 2009, Mustafa mengatakan pihaknya bersama dengan Menteri Pertanian dan Menko Perekonomian sudah membicarakan mengenai masalah ini.
"Kita sudah buat estimasi dengan Menteri Pertanian dan Menko Perekonomian, 1% gagal panen karena banjir, kekeringan, serangan hama. Kalau 1% dari area tanam berarti 120 ribu hektar. Jadi masih aman. Jadi kalau kita lihat, kalau ada kekeringan yang kurang dari 1% estimasi, tidak perlu khawatir," paparnya.
(dnl/ir)











































