Seperti dikutip Reuters, Senin (20/10/2008), kedua negara itu adalah Pakistan dan Ukraina.Β Pejabat Pakistan dijadwalkan bertemu perwakilan IMF di Dubai Uni Emirat Arab.
Dikabarkan, Pakistan akan meminta dana sebesar US$ 10 miliar untuk mengatasi krisis di negara tersebut. Namun para pejabat Pakistan masih bungkam soal hal ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pakistan kini tengah kekeringan cadangan devisa. Para analis memperkirakan pemerintah Pakistan memerlukan US$ 3-4 miliar untuk menstabilkan ekonomi. Pakistan juga didera kesenjangan pembiayaan senilai US$ 7 miliar untuk tahun anggaran yang akan berakhir per 30 Juni 2009.
Seperti negara berkembang lainnya, Pakistan mengalami pukulan akibat meningkatnya harga minyak dan pangan selama beberapa tahun terakhir. Pemerintah sipil yang baru terbentuk dinilai para pengamat tidak bisa membuat kebijakan ekonomi untuk mengatasi krisis.
Tanpa bantuan dari lembaga multilateral lain atau negara sahabat, maka Pakistan terpaksa untuk kembali menerima bantuan IMF. Padahal Presiden Pakistan yang baru yakni Pakistan Asif Ali Zardari berjanji tidak akan meminta bantuan IMF.
Sementara itu di Kiev, Ukraina juga tengah berdiskusi dengan IMF. Pembahasan antara pemerintah Ukraina dan IMF lebih maju daripada Pakistan. Pembicaraan kini tengah mengarah ke persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi pemerintah Ukraina untuk memperoleh bantuan IMF senilai US$ 14 miliar.
Delegasi IMF sejak pekan lalu sudah bertemu Presiden Viktor Yushchenko dan PM Yulia Tymoshenko untuk kedua kalinya. Yulia Tymoshenko yakin pembicaraan ini akan mempermudah bantuan keuangan untuk Ukraina.
"Jika paket kebijakan itu dipenuhi persyaratannya, akan memungkinkan Ukraina untuk memperoleh bantuan keuangan dan stabilisasi," demikian pernyataan pemerintah Ukraina. (ddn/ddn)











































