Demikian disampaikan Direktur Utama Pertamina Geothermal Energy Abadi Poernomo disela Geothermal Energy Challenges and Opportunity di Intercontinental Hotel, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/10/2008).
Dana sebesar US$ 200 juta, menurut Abadi, akan dicari dari pinjaman ke beberapa lembaga keuangan seperti World Bank, IDB, ataupun lembaga keuangan Jepang.
"Sebelum gonjang-ganjing ekonomi kami sudah bicara, tapi setelah gonjang ganjing kami harus bicara lagi," katanya.
Selain itu perseroan juga berharap bisa mendapat menambah keekonomian proyek dengan menjual carbon credit. Untuk dana talangan sementara, investasi dikucurkan dari holdingnya, yaitu PT Pertamina (persero).
Keenam proyek yang dimaksud adalah
- Ulubelu (220 MW)
- Lumutbalai (220 MW)
- Hululais (110 MW)
- Kotamobagu (40 MW)
- Sungai Penuh (55 MW)
- Karaha (35 MW)
Ketiganya yaitu Kamojang (200 MW), Lahendong (60 MW), Sibayak (12 MW). Targetnya perseroan bisa mengembangkan 1000 MW panas bumi di 2014.
(lih/ir)











































