Pertumbuhan Sektor Ritel 2009 Bakal Terpangkas 10%

Pertumbuhan Sektor Ritel 2009 Bakal Terpangkas 10%

- detikFinance
Selasa, 21 Okt 2008 16:28 WIB
Pertumbuhan Sektor Ritel 2009 Bakal Terpangkas 10%
Jakarta - Pertumbuhan sektor ritel tahun 2009 bakal mengalami penurunan pertumbuhan dibandingkan dengan tahun ini. Tahun depan sektor ini diprediksi hanya tumbuh 10%-15%, turun dari target pertumbuhan tahun ini yang ditaksir hingga 20%.

Penurunan pertumbuhan ini disebabkan karena prediksi penurunan daya beli masyarakat dan upaya mengerem ekspansi usaha kalangan ritel sebagai dampak kondisi makro ekonomi.

Hal ini  dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Benjamin J. Mailool saat ditemui disela-sela rakor kadin bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), di Hotel Sahid, Jakarta, Selasa (21/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tahun depan masih ada pertumbuhan, akan ada kontraksi. Ekspansi akan melambat kita kekurangan lahan karena developer pun tidak punya lahan, bisnis kita mengikuti mereka," ujarnya.

Menurutnya yang penting, untuk menghadapi masa sulit ke depan, kalangan ritel akan fokus pada masalah cash flow. Terutama pada kurun waktu  kuartal 1 sampai kuartal  2 tahun 2009. "Untuk selanjutnya, akan kita lihat lagi," ujarnya.

Ia mencontohkan, peritel Matahari akan mengurangi pembangunan ekspansi tokonya hingga  50% dari target pembukaan 20 toko hanya menjadi 10 saja pada tahun depan.

"Target pertumbuhan, tahun depan bisa 10% sampai 15%, itu sudah bagus," imbuhnya.

Namun hingga akhir tahun ini, ia tetap optimistis pertumbuhan sektor ritel 20% bisa tercapai  terutama ditopang oleh faktor lebaran dan hari raya keagamaan yang berdekatan.

Target omzet dari anggota Aprindo 2008 ditaksir mencapai Rp 70 triliun dari 95 anggota dengan jumlah 7.500 outlet. Dengan asumsi pertumbuhan 10% omzet ritel tahun depan bisa mencapai Rp 77 triliun.
 
"Tapi ingat tahun depan ada pemilu, berdasarkan pengalaman pemilu bisa mendongkrak 5%," ujarnya. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads