Dalam waktu yang bersamaan, pemerintah juga akan menekan dan mengurangi langkah impor barang-barang konsumtif produk TPT, sebagai penyeimbang upaya pemerintah melindungi industri dalam negeri.
"Kita masih mentolerir impor barang modal dan bahan baku yang urgent, barang konsumsi akan dikurangi tentu dengan selektif, sehingga diisi oleh produk dalam negeri," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris usai rakornas Kadin sektor UMKM di Hotel Sahid, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (21/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Industri yang akan dikembangkan, adalah produk yang ekspornya retan terganggu karena pasar misalnya tekstil. yang kita arahkan untuk mengisi pasar dalam negeri," jelas Fahmi.
Meskipun, Fahmi tidak bisa memungkiri, untuk bisa melaksanakan hal ini tidak mudah karena ada banyak faktor yang menghambat.
Ia mencontohkan ada beberapa pabrik TPT yang biasa mensuplai ke negara-negara empat musim seperti Eropa dan Amerika Utara, Selandia Baru dan lain-lain akan kesulitan beralih untuk mensuplai seluruhnya ke pasar dalam negeri. Misalnya pabrik tekstil yang biasa memproduksi baju dingin tentunya akan memerlukan penyesuaian jika terjadi pengalihan suplai.
"Tapi memang perlu penyesuaian, ada beberapa sektor lainnya. Dalam proses penyesuaian, sementara itu kita menghambat impor apalagi ilegal," imbuhnya.
(hen/ddn)










































