"Permintaan sektor properti perkantoran dan kondominium akan cukup terpengaruh krisis global. Pertumbuhannya akan sedikit melambat tahun depan," ujar Associate Partner Strategic Consulting Provis, Arief Rahardjo dalam paparan di kantornya SCBD, Jakarta, Rabu (22/10/2008).
Arief mengatakan sektor perkantoran bakal melambat sepanjang tahun 2009, seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi nasional selama dua tahun mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, para pengembang juga diperkirakan akan bersikap lebih konservatif dalam merancang proyek-proyeknya.
"Hal serupa juga akan terjadi pada sektor kondominium. Persediaan baru dan penempatan baru akan melambat cukup signifikan tahun depan. Penyewaan lahan juga diperkirakan hampir tidak mengalami pertumbuhan," jelas Arief.
Kendati demikian, Arief mengatakan keadaan tersebut tidak akan mengulang seperti yang terjadi pada krisis ekonomi 1997-1998.
"Meski kami belum bisa memperkirakan secara pasti, namun kondisi sekarang kami perkirakan tidak akan seburuk ketika krisis 1997-1998 dimana pertumbuhan mencapai angka negatif," ujar Arief.
Provis memproyeksikan pertumbuhan masih positif meski bergerak sangat lambat tahun depan.
(dro/ddn)











































