13 Investor Korea Selatan Investasi Sektor Tekstil

13 Investor Korea Selatan Investasi Sektor Tekstil

- detikFinance
Rabu, 22 Okt 2008 12:44 WIB
13 Investor Korea Selatan Investasi Sektor Tekstil
Jakarta - Sebanyak 13 investor baru asal Korea Selatan yang akan siap berinvestasi disektor tekstil pakaian jadi. Investasi ini akan menambah sekitar 25.000 tenaga kerja baru.
 
Hal ini dikatakan oleh Wakil Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade sudradjat dalam acara forum Indonesia dan Korea bidang tekstil dan produk tekstil di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Rabu (22/10/2008).

"Mereka rencana membuka pabrik pakaian jadi dengan tenaga kerja 25.000 orang, dengan jumlah 13 perusahaan ada yang realisasi tahun ini ada 4 sisanya masih ada 8. Tenaga yang terserap sudah 8 ribu lebih," ujar Ade.
 
Sayangnya Ade, tidak bisa menyebutkan berapa investasi yang akan dikeluarkan oleh para investor tadi. Ia mengatakan bahwa Korea cukup tinggi untuk berinvestasi dibidang pakaian jadi dibandingkan dengan negara lain.
 
Pada tahun 2007 perdagangan antara Korea dan Indonesia bidang tekstil surplus US$ 400 juta untuk Indonesia. Investasi Korea bidang tekstil dari Januari hingga Juni 2008 mencapai US$ 489 juta.

Investor Korea menilai iklim investasi di Indonesia sudah mulai baik. Kerjasama ini menekankan pada aspek transfer teknologi terutama untuk bidang hulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor Korea itu telah menyiapkan lahan di Subang dan Sukabumi. API berharap masuknya investor baru itu didukung oleh kebijakan pemerintah daerah yang kondusif.
 
Sementara itu Sekjen API Ernovian G. Ismy mengatakan, forum Indonesia dengan Korea bidang tekstil ditargetkan mampu menggenjot ekspor Indonesia ke Korea sebesar 10% yang ditopang oleh investasi baru.

"Ini sebagai upaya meningkatkan ekspor garmen Indonesia sebagai penjajakan pasar non tradisional khusus untuk kelas atas, Ini untuk meningkatkan ekspor hingga 10%," tambah Ernov.
 
Selama ini menurutnya sudah ada 60 perusahaan Korea bidang tekstil yang produknya ditujukan untuk pasar Korea sendiri, dengan lokasi pabrik bahan baku di Indonesia.

Ke-60 perusahaan itu setidaknya selama ini sudah berinvestasi sebanyak US$ 120 miliar untuk mesin saja. Selama ini ekspor TPT Indonesia untuk Eropa 16% dari totak ekspor, 36% ke AS, dan ASEAN 21%.

Senang Sektor Tekstil


Tingkat investasi para investor Korea di Indonesia terbilang tinggi, bahkan sektor tekstil menjadi bidang yang paling digemari para pengusaha Korea untuk membenamkan modalnya di Indonesia.

Hingga Juni 2008  investasi Korea disektor tekstil dan produk tekstil mencapai US$ 489 juta, diikuti oleh sektor makanan US$ 330 juta, elektronik US$ 309 juta, kimia US$ 180 juta dan baja US$ 110 juta.
 
"Untuk keseluruhan untuk invetasi sektor tekstil per April 2008 sudah ada 25 investor baru termasuk dari Korea," ujar Direktur Perencanaan Manufaktur Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Harry Baktiyo.

Ia mengatakan investasi para investor Korea menempati 5 besar dari total investasi di Indonesia, dan sektor tekstil menempati posisi pertama.

"Hingga April sudah ada sebanyak US$ 627,7 juta nilai investasi Korea keseluruhan dengan jumlah 164 proyek," imbuhnya.

Sementara itu perwakilan dari Korea Institute for international economic policy (KIEP) Han-Sung KIM mengatakan bahwa langkah Korea melirik Indonesia sebagai lokasi investasi yang menarik bidang tekstil karena Indonesia di dukung oleh tenaga kerja yang terlatih dan didukung dengan iklim usaha yang menarik.

"Meningkatnya upah di Korea, membuat kami mencari lokasi pabrik yang bisa membuat pakaian jadi, Indonesia kami nilai mampu dan terlatih dalam tenaga kerja. Kita juga akan mengembangkan industri tekstil di Indonesia bukan hanya mendukung para pemodal kita," papar KIM. (hen/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads