Sebaliknya kalangan industri tekstil lokal khawatir penguatan rupiah pada tahun depan bisa memicu peningkatan impor tekstil ilegal hingga 40%
"Kalau rupiah menguat di level 9.200 sampai 9.300, akan ada peningkatan 30% sampai 40% impor tekstil dari tahun ini, karena negara lain pun akan mengincar kita juga seperti China, Vietnam, Bangladesh, India," kata Wakil Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudradjat, di sela-sela acara Forum Indonesia-Korea, di Hotel Mulia, Jakarta, Rabu (22/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Ade, penurunan impor tekstil ilegal saat ini juga disebabkan oleh pengawasan yang ketat dari Direktorat Bea Cukai dalam menghadang serbuan impor tekstil ilegal.
Namun dengan kebijakan pemerintah negara lain yang agresif mendukung pelaku usahanya dengan memberikan insentif, laju penetrasi tekstil impor kian tak terbendung.
"Mereka (China) memberikan insentif pada eksportir, kalau kita tidak, dengan reumbers pajak 13% yang dipotong," jelas Ade.
Selama ini pergerakan impor tekstil ilegal tidak melulu melalui penyelundupan antar pulau, namun bisa dilakukan dengan berbagai modus seperti pelarian nomor HS, pemalsuan data muatan, bahkan kawasan berikat pun menjadi ajang masuknya impor tekstil ilegal. (hen/ir)











































