Â
Demikian disampaikan anggota Komisi VII Tjatur Sapto Edy usai Rapat Pansus Hak Angket BBM di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (22/10/2008).
Â
"Kalau rata-rata ICP US$ 105 per barel, ada kelebihan Rp 24,5 triliun," katanya.
Â
Perhitungan tersebut menggunakan asumsi volume BBM subsidi 38,8 juta kilo liter dan alokasi subsidi energi Rp 187 triliun.
Â
Selain itu Tjatur juga memperhitungkan bantalan subsidi energi sebesar Rp 18,3 triliun sehingga subsidi energi di APBNP 2008 bisa mencapai Rp 205,3 triliun.
Â
Namun dengan kondisi seperti sekarang, dimana harga minyak terus turun, maka subsidi energi yang terpakai diperkirakan hanya terpakai sekitar Rp 190,5 triliun.
Â
"Dengan asumsi realisasi konsumsi 38,8 juta KL dan harga BBM berlaku saat ini, subsidi energi total Rp 180,7 triliun,sehingga ada dana sisa Rp 24,6 triliun jika ICP US$ 105 per barel. Subsidi yang dibutuhkan Rp 190,5 triliun," katanya.
Â
Dirjen Migas Evita Legowo sebelumnya menyatakan rata-rata ICP baru mencapai US$ 108 per barel. Tapi menurut Tjatur, dengan ICP sebesar itu pun tetap ada kelebihan subsidi sebesar Rp 14,8 triliun. (lih/ddn)











































