Harga Komoditas Terus Berjatuhan

Harga Komoditas Terus Berjatuhan

- detikFinance
Kamis, 23 Okt 2008 13:39 WIB
Harga Komoditas Terus Berjatuhan
Singapura - Masa-masa emas harga komoditas sudah berlalu, dan kini harganya justru semakin merosot. Penguatan tajam dolar AS membuat harga komoditas makin suram.

Selain itu, kerugian investor saham setelah terguncang hebat akibat krisis finansial, memaksa investor untuk melakukan jual dari pasar berjangka komoditas guna menutupi kerugiannya.

Seperti dikutip dari Reuters, Kamis (23/10/2008),  harga emas turun hingga 2,05 dolar ke level US$ 725,60 per ounce, bahkan sempat mencapai US$ 718,20 per ounce, yang merupakan level terendah sejak September 2007.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Herga emas sangat banyak didorong oleh dolar AS, " jelas Darren Heathcote dari Investec Australia seperti dikutip dari Reuters.

Pada perdagangan Asia siang ini, euro kembali merosot di tengah kondisi pasar saham yang kembali babak belur. Di Tokyo, euro merosot ke 1,2830 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,2867 dolar.

Saham-saham di bursa Asia terus berjatuhan, dengan indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo mencatat penurunan paling besar hingga 6,6%. Hal ini menimbulkan tekanan jual untuk emas, karena investor memerlukan dana untuk membayar kerugiannya.

"Secara teknikal, mungkin support berada di US$ 700. Namun saya kira support terbesar kemungkinan kini berada di US$ 693," jelas Heathcote.

Platinum juga merosot hingga 6% dan menembus level terendahnya dalam 4 tahun terakhir. Harga Platinum turun ke US$ 796 per ounce, atau turun 35,50 dolar, setelah sempat melorot ke US$ 782,50.

"Ada aksi jual spekulasi di Tokyo, sehingga membuat harga platinum tertekan. Sulit mengatakan dimana emas dan platinum akan bergerak. Pada tahapan sekarang, segala sesuatunya dapat terjadi," ujar seorang pilang di Hong Kong.

"Orang tidak percaya pada apapun, mereka hanya menginginkan uang tunai. Orang yang menginvestasikan ke pasar saham telah kehilangan banyak uang, bahkan investor kecilpun terkena. Jadi saya tidak berpikir mereka akan memiliki uang untuk membeli emas," tambah pialang itu.

Selain komoditas logam, komoditas minyak juga mengalami penurunan tajam meski selanjutnya mengalami rebound tipis.

Pada perdagangan di Asia, minyak jenis light untuk kontrak Desember naik tipis 75 sen ke level US$ 67 per barel, setelah pada perdagangan kemarin turun tajam. Sementara minyak Brent juga naik tipis 74 sen ke level US$ 65,26 per barel.

Setelah kemarin turun tajam, harga minyak mentah akhirnya rebound menjelang pertemuan OPEC yang diperkirakan akan mengumumkan penurunan produksi. (qom/ir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads