Penambang Kecil Stop Eksplorasi

Penambang Kecil Stop Eksplorasi

- detikFinance
Kamis, 23 Okt 2008 17:21 WIB
Penambang Kecil Stop Eksplorasi
Jakarta - Turunnya permintaan komoditas membuat penambang-penambang kecil terkapar. Kali ini giliran penambang nikel skala kecil di lokasi Pomala Timur, Sulawesi Utara.
 
Menurut pelaku industri pertambangan, Jeffrey Mulyono, para penambang kecil tersebut memang sudah berhenti melakukan eksplorasi.
 
"Perusahaan kecil-kecil nikel misalnya yang ada di dekat konsesinya Inco dan Antam. Mereka sudah berhentieksplorasi," katanya ketika dihubungi wartawan, Kamis (23/10/2008).
 
Penghentian eksplorasi memang sering menjadi korban krisis keuangan perusahaan tambang. Karena eksplorasi bersifat jangka panjang, sehingga perusahaan lebih mengutamakan aktivitas jangka pendek seperti produksi.
 
"Jadi investasi-investasi jangka panjangnya berhenti dulu. Mereka mikirin yang jangka pendek, yaitu produksinya gimana," katanya.
 
Karena itu, Jeffrey yakin meski banyak eksplorasi pertambangan di Indonesia banyak yang terhenti, tetapi tingkat produksi komoditi dalam negeri tidak banyak terganggu.
 
Eksplorasi biasanya dilakukan untuk pencadangan 5-10 tahun ke depan. Sehingga, menurut Jeffrey, andaikan ekonomi membaik dalam 2 tahun ke depan, produsen bisa menggenjot produksi lagi.
 
Misalkan untuk batubara, ia masih optimistis target produksi batubara untuk 2008 dan 2009 tidak perlu direvisi. Pada 2008 target produksi batubara nasional sekitar 235-240 juta ton, sementara pada 2009 target ini naik jadi 250 juta ton.
 
"Tidak perlu (direvisi), saya rasa masih bisa tercapai," ujarnya.
 
Sedangkan terkait harga, harga batubara pada 2009 diperkirakan sekitar US$ 70 per ton. Turun sekitar 38% dari harga indeks hari ini yang sekitar US$ 113 per ton.


(lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads