OPEC Takkan Biarkan Harga Minyak Meluncur di Bawah US$ 70

OPEC Takkan Biarkan Harga Minyak Meluncur di Bawah US$ 70

- detikFinance
Jumat, 24 Okt 2008 09:49 WIB
OPEC Takkan Biarkan Harga Minyak Meluncur di Bawah US$ 70
Wina - OPEC kembali menggelar sidang luar biasa di Wina, Austria guna membahas pemotongan produksi untuk menjaga harga minyak. OPEC tidak akan membiarkan harga emas hitam ini meluncur lebih jauh lagi di bawah US$ 70 per barel.

Menurut Presiden OPEC Chakib Khelil, keputusan yang akan diambil dalam pertemuan kali harus menguntungkan bagi semua anggotanya.

"Jangan sampai membuat negara produsen minyak justru bergabung dengan negara-negara lain yang menderita akibat krisis finansial," katanya seperti dilansir BBC, Jumat (24/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Negara-negara pengekspor minyak ini memang pihak yang paling menderita akibat penurunan harga minyak belakangan ini. Setelah mencapai rekor tertingginya di level US$ 147 per barel, harga minyak merosot hingga US$ 69 per barel.

Bahkan para analis perminyakan memperkirakan harga minyak mentah dunia bisa anjlok lagi hingga ke level US$ 60 per barel akibat resesi ekonomi yang menurunkan tingkat konsumsi minyak.

Untuk menahan penurunan harga minyak, beberapa anggota OPEC memang sudah mendesak adanya pemotongan produksi.

Seperti Venezuela yang meminta pemotongan produksi sebesar 1 juta per barel atau sekitar 3% dari total produksi anggota OPEC. Bahkan Iran juga meminta pemotongan produksi dua kali lipat yaitu 2 juta barel per hari.

Seperti dikutip Reuters, rencana pemotongan produksi itu sedikit mengangkat harga minyak. Harga minyak jenis Brent pada perdagangan Kamis naik US$ 1,4 menjadi US$ 65,92 per barel, sementara harga minyak New York naik US$ 1,09 menjadi US$ 67,84 per barel.

"Harga minyak mentah kembali rebound menjelang pertemuan OPEC," ujar Mark Waggoner, Presiden Excel Futures di Huntington Beach, California.
(lih/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads