Menurut Presiden OPEC Chakib Khelil, keputusan yang akan diambil dalam pertemuan kali harus menguntungkan bagi semua anggotanya.
"Jangan sampai membuat negara produsen minyak justru bergabung dengan negara-negara lain yang menderita akibat krisis finansial," katanya seperti dilansir BBC, Jumat (24/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan para analis perminyakan memperkirakan harga minyak mentah dunia bisa anjlok lagi hingga ke level US$ 60 per barel akibat resesi ekonomi yang menurunkan tingkat konsumsi minyak.
Untuk menahan penurunan harga minyak, beberapa anggota OPEC memang sudah mendesak adanya pemotongan produksi.
Seperti Venezuela yang meminta pemotongan produksi sebesar 1 juta per barel atau sekitar 3% dari total produksi anggota OPEC. Bahkan Iran juga meminta pemotongan produksi dua kali lipat yaitu 2 juta barel per hari.
Seperti dikutip Reuters, rencana pemotongan produksi itu sedikit mengangkat harga minyak. Harga minyak jenis Brent pada perdagangan Kamis naik US$ 1,4 menjadi US$ 65,92 per barel, sementara harga minyak New York naik US$ 1,09 menjadi US$ 67,84 per barel.
"Harga minyak mentah kembali rebound menjelang pertemuan OPEC," ujar Mark Waggoner, Presiden Excel Futures di Huntington Beach, California.
(lih/ddn)










































